Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Warga Jasem Mojokerto Keluhkan Limbah PT Wilmar Padi Indonesia

Martda Vadetya • Kamis, 1 Mei 2025 | 15:35 WIB
Photo
Photo

NGORO - Sejumlah warga Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Rabu (30/4). Mereka mengadukan PT Wilmar Padi Indonesia Mojokerto atas dugaan pelanggaran pencemaran lingkungan.

Warga menuding limbah pabrik pengolahan padi ini menimbulkan permasalahan lingkungan di sekitar lokasi. Limbah debu sisa pemrosesan padi yang terbawa angin ditengarai mengganggu kesehatan warga belakangan ini. ’’Selain bau menyengat, juga bikin gatal, batuk dan sesak napas. Bahkan pertanian warga juga kena dampak limbahnya,’’ ujar Maria Susanti, perwakilan warga.

Hal ini tak lepas dari lokasi pabrik yang dekat dengan permukiman warga. Dampak lingkungan ini bahkan menyebar ke penjuru Desa Jasem. Maria menyebut, dugaan pencemaran lingkungan ini telah berlangsung sejak 7 tahun lalu. ’’Kondisi seperti ini sudah jalan 7 tahun ini. Debu dan bau ini paling kentara waktu malam hari,’’ jelas perempuan 38 tahun ini.

Dalam audensi bersama DLH, warga menyampaikan beberapa tuntutan. Khususnya, untuk mencari solusi antara pihak pabrik dan warga. Warga juga telah menyerahkan sejumlah bukti ke DLH. ’’Kita minta supaya Desa Jasem seperti dahulu lagi. Asri dan bebas dari limbah,’’ harapnya.

Maria mengungkapkan, pelaporan ini merupakan kali kedua setelah warga melayangkan aduan serupa ke DLH pada 2021 silam. Warga mengaku berkali-kali menyurati PT Wilmar Padi Indonesia Mojokerto namun tak kunjung direspons. ’’Bulan Maret kemarin kita sudah sampaikan dua surat peringatan, tetapi belum direspons. Langkah selanjutnya, kita rembukan lagi dengan warga lainnya,’’ tandas Maria.

Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Zaqqi mengaku pihaknya telah menerima aduan warga terkait dugaan pencemaran lingkungan tersebut. Pihaknya akan segera melakukan pengawasan lingkungan ke lokasi dalam waktu dekat ini. ’’Sesegera mungkin kita akan tindak lanjuti ke lokasi untuk melakukan pengawasan lingkungan,’’ sebut Zaqqi. Terpisah, Head HRD & GA PT Wilmar Padi Indonesia Mojokerto Nanang Syaifudin belum menanggapi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#bau menyengat #dlh kabupaten mojokerto #PT Wilmar #limbah pabrik #Ngoro Mojokerto #sesak nafas