Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komunitas Persada Ajak Pemuda Berekspresi lewat Seni Teater

M
Penulis: Martda Vadetya❯
SARAT MAKNA: Anggota Komunitas Persada saat tampil mempersembahkan gelaran teater di atas panggung. (dok Komunitas Persada for JPRM)
SARAT MAKNA: Anggota Komunitas Persada saat tampil mempersembahkan gelaran teater di atas panggung. (dok Komunitas Persada for JPRM) 

Advertisement

MOJOKERTO punya komunitas teater yang aktif berpartisipasi gelaran seni pertunjukan di daerah hingga nasional. Adalah Komunitas Persada yang bermarkas di Dusun/Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Dari utara utara Sungai Brantas, komunitas jadi wadah muda-mudi berkekspresi dalam lakon seni pertunjukan.

Pendiri Komunitas Persada Kukun Tri Yoga menuturkan, ide segar dan pesan tajam dari kalangan muda seolah menjadi amunisi untuk komunitasnya tetap ajek berdiri sejak 2009 hingga kini. Tak ayal, anggota komunitasnya mencapai 150 orang muda-mudi dari kelompok pelajar dan mahasiswa. Mereka mampu tampil dalam teater modern maupun tradisional. ’’Macam-macam lakon, baik kehidupan sehari-hari sampai kisah leluhur,’’ ujarnya.

Kelompok pegiat seni pertunjukan ini rutin menggelar pentas terbuka setiap bulan purnama yang dinamai Lingsir Wengi. Menurutnnya, pentas ini sekaligus sebagai ajang latihan para anggota terlepas dari latihan rutin yang dilakukan sepekan sekali. ’’Supaya mereka tidak jenuh latihan. Setelah pentas, penampilannya kita evaluasi,’’ terang pria kelahiran Mei 1987 ini.

Advertisement

Tak sekadar itu, Komunitas Persada kerap manggung di acara hingga festival seni bergengsi di tanah Jawa hingga Sumatera. Selain tampil menyuguhkan drama kolosal maupun ludruk, juga sendratari hingga musikalisasi puisi.

Praktis, apa yang dilakoni Kukun kini mulai menunjukkan hasil.

Sejumlah anak asuhnya kerap diminta tampil bersama kelompok teater lainnya. Utamanya, mengisi peran pemuda. ’’Kenapa kita libatkan anak-anak muda? Tentunya untuk menjaga eksistensi dan regenerasi seni teater agar tetap terjaga di era modern ini,’’ beber pria 39 tahun ini.

Advertisement

Lebih dari itu, naskah dan lakon Komunitas Persada pun diakui kualitasnya. Sejumlah penghargaan tingkat daerah hingga nasional dikantongi kelompok seni satu ini. ’’Harapan besar ada pada generasi muda untuk bisa menuangkan ide dan gagasan sekaligus melestarikan seni pertunjukan teater,’’ tandas alumnus Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, ini. (vad/fen)

Advertisement
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto

Artikel Terkait

Antara Perjuangan, Cinta, dan Air Mata

Antara Perjuangan, Cinta, dan Air Mata

PEMENTASAN teater bertajuk Antara Cinta dan Perintah oleh Komunitas Persada sukses digelar di Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (1/8) malam.

Organisasi Lokal Mojokerto: Eksis dengan 170 Anggota, Jadi Penjaga Sinyal Darurat

Organisasi Lokal Mojokerto: Eksis dengan 170 Anggota, Jadi Penjaga Sinyal Darurat

PESATNYA kemajuan teknologi komunikasi tak membuat keberadaan komunitas radio amatir memudar. Di tengah maraknya penggunaan media digital, semangat para penggiatnya justru tidak berkurang.

Komunitas Mojokerto Reptil, Edukasi Pelestarian Satwa Melata

Komunitas Mojokerto Reptil, Edukasi Pelestarian Satwa Melata

BERBEDA dengan komunitas pada umumnya, komunitas Mojokerto Reptil (Joker) cenderung ekstrem karena menjadi perkumpulan para pecinta hewan reptil layaknya ular dan biawak. Namun, di balik kengeriannya, komunitas ini berpe

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer