Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Makna dan Klasifikasi Guru

Fendy Hermansyah • Sabtu, 25 November 2023 | 20:15 WIB

Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M, Pendiri dan Pengasuh YPP. Nurul Islam Pungging Mojokerto.
Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M, Pendiri dan Pengasuh YPP. Nurul Islam Pungging Mojokerto.
Oleh : Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M*

Makna kata Guru

DI era digital seperti sekarang ini, guru banyak dimaknai hanya sekedar profesi atau salah satu dari sekian banyak macam pekerjaan. Pemahaman yang begitu sempit ini tentu saja berasal dari dalam diri guru itu sendiri maupun dari orang lain.

Akibat dari penyempitan makna ini sungguh berpengaruh terhadap sikap seseorang. Misalnya bagi guru yang memiliki pemahaman hanya sebagai profesi maka ia hanya akan bekerja atau mencari uang dengan mengajar dan menyampaikan ilmu kemudian kembali pulang ke rumah.

Guru seperti ini tidak merasa bahwa di dalam profesinya terdapat tanggung jawab moral yang cukup besar tidak sekedar mengajar saja tetapi bagaimana siswanya dapat memahami ilmu yang disampaikannya.

Kemudian bagaimana sikapnya menjadi suri tauladan bagi para siswanya dan bagaimana prestasinya mampu menginspirasi orang-orang di sekelilingnya.

Penyempitan makna dapat terjadi karena berbagai faktor. Faktor utama adalah kurangnya pemahaman guru dan masyarakat umum terhadap kata ’’guru’’ itu sendiri.

Secara etimologi, kata ’’guru’’ berasal dari bahasa sansekerta dan gabungan dua suku kata yaitu ’’gu’’ yang berarti darkness dan ’’ru’’ yang berarti light (Wikipedia ensiklopedia).

Dua suku kata yang kontradiktif, yang satu memiliki makna gelap, sedangkan satunya memiliki makna terang atau bersinar. Menurut Putu Sudira, gelap dan terang arti kata guru dapat dimaknai bahwa guru adalah orang yang menunjukkan jalan menuju cahaya terang berupa ilmu pengetahuan dan menghapus kebodohan atau kegelapan.

Klasifikasi Guru

Pada perayaan Hari Guru tahun 2023 kali ini, kita memahami lebih dalam tentang guru. Kata ’’guru’’ memiliki makna digugu ucape lan ditiru lakune yang berarti dipercaya perkataannya dan ditiru perilakunya.

Menjadi seorang guru berarti tidak hanya sekedar mengajar atau menyampaikan ilmu, guru juga harus dapat membimbing para siswa dengan kalimat yang dapat dipercaya, senantiasa jujur dalam menyampaikan apapun, memiliki sikap yang baik dan luhur sehingga dapat menjadi suri tauladan bagi para siswa maupun masyarakat.

Guru dapat diklasifikasikan menjadi 4 golongan yang mencerminkan tingkatan kualitas seorang guru. Berikut ini adalah 4 klasifikasi guru, yaitu :

Guru Biasa

Guru Biasa adalah tingkatan pertama bagi kualitas seorang guru. Guru biasa berarti guru hanya menerangkan atau menyampaikan materi saja. Guru biasa tidak mampu untuk membimbing para siswanya untuk mencapai pemahaman mendalam.

Guru biasa juga tidak peduli akan perkembangan akhlak para siswanya. Jadi, pada tingkatan pertama ini guru hanya sebagai pengajar di kelas yang tugasnya hanya mengajar dan menyampaikan materi pelajaran tanpa merasa ada tanggung jawab lebih dari itu.

Guru Luar Biasa

Guru luar biasa adalah tingkat kedua setelah guru biasa. Apabila guru biasa hanya sekedar mengajar dan menyampaikan materi pelajaran, guru luar biasa mampu membimbing para siswanya untuk mendapatkan pemahaman dari materi yang telah disampaikan.

Guru luar biasa juga mampu membimbing siswanya untuk meraih berbagai macam prestasi yang gemilang. Serta guru luar biasa mampu mengarahkan siswanya untuk menjadi manusia yang memiliki akhlakul karimah.

Guru Hebat

Guru hebat adalah tingkatan ketiga dalam klasifikasi guru. Guru hebat tentu secara kualitas pengajaran dan pendidikannya lebih tinggi daripada guru biasa dan guru luar biasa. Guru hebat berarti menjadi guru yang mampu mendemonstrasikan atau mempraktikkan ilmu dan pengetahuan yang disampaikan kepada para siswanya.

Kualitas pembelajaran guru hebat tentu lebih baik dari guru biasa dan guru luar biasa. Kualitas pembelajaran yang baik misalnya dibuktikan dengan pencapaian prestasi para siswanya. Guru hebat mampu menyuguhkan hakikat pembelajaran dari setiap bab meteri pelajaran.

Guru Agung

Guru agung adalah tingkatan tertinggi dalam klasifikasi guru. Guru agung berarti guru yang mampu memberi inspirasi kepada pada siswanya. Segala tingkah laku baik yang berupa ucapan maupun sikap dan tindakan guru agung mampu menginspirasi orang yang melihatnya.

Sebagai guru yang dapat menginspirasi, guru agung tidak sekedar mengajar, akan tetapi senantiasa berinovasi menciptakan media pembelajaran yang menarik dan baik serta mampu membuat metode pembelajaran yang menarik pula sehingga guru agung dapat memupuk motivasi semangat belajar para siswanya.

Selain itu, guru agung sebagai guru yang memberikan inspirasi tentunya memiliki banyak prestasi baik dalam profesinya sebagai guru maupun prestasi dibidang yang lainnya.

Guru agung saat menyampaikan materi pelajaran dihadapan siswa-siswinya, setiap kalimat yang keluar dari lisannya selalu masuk ke dalam hati sanubari murid-muridnya.

Melambung-lambungkan motivasi dan tekad meneladani serta mengamalkan ilmunya guru agung. Senantiasa menyelaraskan antara ilmu yang dimiliki dengan perilaku kesehariannya. Maka guru agung adalah hakikat guru secara seutuhnya (digugu ucape lan ditiru lakune).

Demikian pemaparan tentang Makna dan Klasifikasi Guru, semoga bermanfaat dan meningkatkan pemahaman kita tentang ’’guru’’. Selamat memperingati Hari Guru Nasional tahun 2023 dengan tema ’’Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar’’.

*Pendiri dan Pengasuh YPP. Nurul Islam Pungging Mojokerto

 

Editor : Fendy Hermansyah
#hari #mojokerto #guru #nasional