MOJOKERTO – Departemen Teknik Mesin Industri (DTMI), Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuktikan perannya sebagai solusi bagi permasalahan industri rakyat. Melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat (Abmas) berbasis produk 2025, tim dosen dari DTMI - ITS yang dipimpin oleh Dedy Zulhidayat Noor, ST, MT, Ph.D dan Ir.Arino Anzip, MEngSc melakukan bantuan teknologi untuk meningkatkan produktivitas Paguyuban Cor Kuningan di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Langkah inovasi ini bermula ketika para pengrajin dari Paguyuban Cor Kuningan mendatangi DTMI - ITS untuk menyampaikan hambatan produksi yang mereka hadapi. Di bawah pimpinan Bapak Suwarno sebagai ketua paguyuban, pemilik usaha Ibu Sabar Handayani dan bimbingan Lurah Desa Bejijong Bapak Pradana Tera Mardiatna, UMKM ini mengeluhkan proses pembuatan pin aksesoris yang masih sangat konvensional.
Selama ini, proses produksi menggunakan teknik pengecoran manual yang tidak hanya memakan waktu lama, tetapi juga menuntut beban fisik yang berat bagi para pekerja. Akibatnya, efisiensi produksi sulit tercapai dan kenyamanan produk akhir menjadi terbatas karena dimensi pin yang cenderung tebal dan berat.
Menanggapi hal tersebut, Dedy Zulhidayat Noor, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa kehadiran ITS di Desa Bejijong adalah mandat dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Dosen memiliki tiga kewajiban utama, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Kegiatan ini adalah wujud nyata di mana ilmu pengetahuan yang kami kembangkan di kampus harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas, terutama dalam membantu UMKM naik kelas," ujar Dedy.
Sebagai solusi teknis, tim ITS merancang mesin press berbasis hidrolik. Ir. Arino Anzip, MEngSc, dosen dari DTMI ITS, menjelaskan bahwa teknologi ini adalah jawaban tepat untuk efisiensi manufaktur di tingkat UMKM. Di sinilah peran krusial Laboratorium Sistem Tenaga Fluida dalam merancang sistem yang mampu menghasilkan gaya tekan tinggi dengan pengoperasian yang sederhana.
"Teknologi berbasis hidrolik memiliki manfaat besar untuk membantu pekerjaan industri. Laboratorium Sistem Tenaga Fluida DTMI ITS hadir untuk memastikan mesin ini mampu menghasilkan pin yang lebih tipis, ringan, dan presisi dalam waktu yang jauh lebih singkat dibanding metode cor manual," jelas Ir. Arino Anzip, MEngSc
Selain aspek teknis, inovasi ini juga memperhatikan faktor keselamatan kerja. Mesin press hidrolik ini dirancang agar dapat dioperasikan dengan aman oleh satu operator saja, mengurangi risiko kelelahan fisik kronis. Dengan dukungan teknologi dari Fakultas Vokasi ITS, Paguyuban Cor Kuningan Desa Bejijong diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih besar dengan kualitas produk yang lebih kompetitif. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa laboratorium kampus mampu menjadi "dapur" inovasi yang menjawab langsung kebutuhan ekonomi kerakyatan.
Editor : Fendy Hermansyah