’’Klasik tapi bergaya eksplorasi. Artinya jauh dari kesan boring, menolak untuk sekedar santai. Cenderung ekspresif dan imajinatif,’’ ujar Safrizal Roji Tuasikal, fashion designer Mojokerto. Ia mengatakan, nantinya busana pria dan wanita akan didominasi celana gaya baggy, loose, atau oversized.
Pada 2026, menurutnya, sudah bukan eranya untuk memadupadankan busana ketat lagi. ’’Baju-baju unisex akan banyak bermunculan. Karena baik pria maupun wanita mulai berfikir praktis dan inovatif,’’ ungkap desainer muda ini.
Model siluet busana ini, cenderung pada atasan yang senada dengan bagian celananya. Yakni dengan cutting boxy, oversized atau loose. Baju jenis crop top, lanjut Safrizal, juga akan banyak dipakai kalangan pria. ’’Sudah tidak ada lagi kata ’’Kamu kurang cocok pakai padu padan ini’’. Nanti semua orang berada pada era ekspresif-eksploratif. Gaya busana adalah bentuk ekspresi diri bukan lagi mengejar nilai,’’ beber owner Saf Tuasikal Fashion ini.
Pun begitu busana wanita. Tahun depan bakal didominasi rok dengan potongan puffy, berenda, hingga sleeve dengan cuttingan unik. Ditambah dengan adanya patchwork sebagai aksen dengan craftsmanship yang tinggi. ’’Ini bertemu dengan brooch atau bros klasik dengan bentuk modern yang lebih bervariasi,’’ terangnya.
Safrizal menguraikan, tren busana tahun depan juga bakal didominasi warna-warna menenangkan dan alami. Salah satunya, cloud dancer atau putih lembut yang melambangkan ketenangan di tengah kehidupan yang penuh hingar bingar. ’’Warna lain yang diprediksi populer termasuk butter cream untuk kesan mewah sederhana, serta warna pastel lembut seperti dusty pink dan lavender,’’ paparnya.
Kolaborasi model dan warna-warna unik ini, imbuh Safrizal, justru bukan mengulang gaya busana lama, melainkan melahirkan gaya baru dengan nuansa klasik yang masih melekat. ’’Jadi bisa disebut gaya klasik - futuristik,’’ tandasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah