JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gunung semeru yang dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, tidak hanya memikat karena keagungan puncaknya, Mahameru. Tetapi juga karena kekayaan keanekaragaman hayati yang tersimpan di lereng-lerengnya.
Kawasan ini merupakan bagian dari taman Nasional Bromo Tengger semeru (TNBTS) yang menjadi rumah bagi berbagai jenis Flora dan Fauna endemic maupun langka.
Keanekaragaman flora dan fauna di lereng Gunung Semeru memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup di sekitarnya.
Lereng Gunung semeru memiliki zonasi vegetasi yang sangat jelas, dipengaruhi oleh ketinggian dan kondisi iklim. Pada bagian lereng bawah, hutan-hutan tropis mendominasi dengan tumbuhan berdaun lebar yang tumbuh rapat.
Beberapa jenis flora yang banyak ditemukan antara lain beringin (Ficus), Puspa (Schima wallichii), dan berbagai jenis paku pakuan yang tumbuh subur di area lembab.
Memasuki Kawasan dengan ketinggian menengah, vegetasi mulai berubah menjadi hutan pegunungan. Di zona ini, tumbuhan seperti cemara gunung (Casuarina junghuhniana), edelweis jawa (Anaphalis javanica), dan berbagai jenis kemampuannya bertahan lama dan menjadi simbol keindahan sekaligus ketahanan alam dan pegunungan.
Semakin keatas, vegetasi menjadi semakin jarang akibat suhu yang lebih rendah dan kondisi tanah yang kurang stabil. Namun demikian, tumbuhan-tumbuhan khas pegunungan tetap mampu beradaptasi dan hidup di lingkungan ekstrem tersebut.
Keanekaragaman flora ini tidak hanya memperindah lanskap Gunung Semeru, tetapi juga berfungsi sebagai penyangga tanah, pengatur siklus air, dam penyedia oksigen.
Selain flora, lereng gunung semeru juga menjadi habitat bagi berbagai jenis fauna. Satwa-satwa ini hidup berdampingan dan membentuk rantai makanan yang kompleks. Beberapa mamalia yang dapat ditemukan di kawasan ini antara lain rusa jawa (Rusa timorensis), Kijang (Muntiacus muntjak), dan babi hutan (Sus scrofa).
Satwa-satwa tersebut berperan penting dalam menjaga keseimbangan populasi tumbuhan melalui aktivitas makan dna penyebaran biji.
Gunung semeru juga menjadi habitat bagi fauna yang dilindungi, seperti macan tutul jawa (Panthera pardus melas). Kehadiran predator puncak ini menandakan bahwa ekosistem di Kawasan tersebut masih relative sehat.
Baca Juga: Nia Ramadhani - Ardi Bakrie Diisukan Bercerai, Begini Faktanya
Selain itu, berbagai jenis burung seperti elang jawa, ayam hutan, dan burung jalak dapat ditemukan di lereng gunung, menjadikan Kawasan ini akan keanekaragaman avifauna.
Tak kalah penting, berbagai jenis reptil, amfibi, dan serangga turut melengkapi kekayaan fauna di Gunung Semeru. Mereka memiliki peran penting dalam proses penyerbukan, penguraian bahan organik, serta menjaga keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.
NENSI
Editor : Imron Arlado