JAWA POS RADAR MOJOKERTO – KH Ahmad Bahauddin Nur Salim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Baha memberikan pencerahan tentang kehidupan sesudah kematian.
Gus Baha memulai ceramahnya dengan definisi kematian dari sudut pandang agama Islam.
Menurut ajaran Islam, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Kematian adalah proses ruh (nyawa) dicabut dari tubuh jasmani. Artinya, tubuh manusia yang hidup akan mati, namun ruh nya tetap dan akan melanjutkan perjalanan ke alam selanjutnya.
Salah satu poin utama ceramah Gus Baha adalah tentang keinginan ruh setelah kematian.
Dalam keyakinan agama Islam, ruh adalah aspek spiritual yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.
Ketika tubuh mati, ruh tidak hilang begitu saja. Ruh akan melanjutkan perjalanannya ke alam selanjutnya yaitu alam barzah, tempat dimana ruh akan menanti hari kebangkitan.
Bagi orang-orang yang beriman, alam barzah adalah tempat kenikmatan dan ketentraman. Allah akan memberikan rahmatnya kepada ruh orang mukmin sehingga mereka merasakan kedamaian dan kebahagiaan.
Sebaliknya, bagi orang-orang yang tidak beriman (kafir), alam barzakh adalah tempat kesusahan dan siksa. Allah memberikan murkanya kepada ruh orang kafir, membuat mereka merasakan penderitaan dan kesulitan.
Gus Baha menekankan perbedaan antara ruh orang mukmin dan ruh orang kafir setelah mati.
Orang-orang yang beriman akan dibawa ke tempat penuh kenikmatan, sedangkan orang-orang yang tidak beriman akan disiksa.
Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa amal sholeh (perbuatan baik) akan diberi ganjaran yang tinggi sedangkan dosa-dosa akan diberi balasan yang pedih.
Beberapa Hadis Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, menyatakan bahwa arwah (ruh) orang-orang yang meninggal dunia akan berputar-putar di sekitar rumah keluarganya selama tiga hari. Kemudian, mereka akan berputar-putar di sekitar makam mereka selama tujuh hari sebelum akhirnya naik ke tempat para arwah menanti hari pembangkitan.
Terakhir, Gus Baha menekankan hikmah dari kematian. Kematian bukanlah akhir dari segalanya, tapi itu merupakan pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih besar.
Oleh karena itu, hidup harus diorientasikan menuju kebaikan dan taqwa supaya di akhir hayat, ruh dapat merasakan ketenteraman dan kenikmatan di alam barzah. FIA
Editor : Imron Arlado