Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Tembus Level Terlemah, Seberapa Aman Ekonomi Indonesia Saat Ini?

I
Penulis: Imron Arlado❯
Pelemahan rupiah memang menjadi sinyal penting bagi kondisi ekonomi Indonesia.
Pelemahan rupiah memang menjadi sinyal penting bagi kondisi ekonomi Indonesia.

Advertisement

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan pada Mei 2026 rupiah sempat menyentuh sekitar Rp.17.600 per dolar AS, salah satu posisi terlemah sepanjang sejarah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah Masyarakat: apakah ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja?

Pelemahan rupiah memang bukan sekadar angka di layar perdagangan valuta asing. Dampaknya bisa terasa langsung pada harga barang impor, biaya produksi industri, hingga daya beli masyarakat. Namun, di sisi lain, pemerintah dan Bank Indonesia menilai kondisi ekonomi nasional masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan global. Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan rupiah tertekan terhadap dolar AS.

Pertama, penguatan dolar secara global akibat ketidakpastian ekonomi dunia dan konflik geopolitik internasional. Investor cenderung memindahkan dana ke aset yang dianggap aman seperti dolar AS.

Advertisement

Kedua, arus modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia. Banyak investor mengurangi kepemilikan obligasi dan saham di negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga permintaan dolar meningkat.

Ketiga, faktor domestik juga ikut memengaruhi. Sejumlah ekonom menilai pasar mulai khawatir terhadap kondisi fiskal Indonesia, meningkatnya defisit anggaran, hingga persepsi terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Advertisement

Selain itu, tingginya kebutuhan impor energi dan pembayaran utang luar negeri membuat permintaan dolar terus meningkat di dalam negeri.

Pelemahan rupiah memiliki dampak yang cukup luas terhadap kehidupan sehari-hari.

1. Harga Barang Impor Naik

Barang elektronik, bahan baku industri, obat-obatan, hingga kebutuhan pangan impor berpotensi mengalami kenaikan harga. Ketika biaya impor naik, perusahaan biasanya akan menaikkan harga jual kepada konsumen.

2. Ancaman Inflasi

Advertisement

Artikel Terkait

Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Ubah Sampah Jadi Rupiah, 2026 Raup Omzet Rp 500 Juta 

Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Ubah Sampah Jadi Rupiah, 2026 Raup Omzet Rp 500 Juta 

BERAWAL dari bantuan dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2020, Pemerintah Desa (Pemdes) Jampirogo, Kecamatan Sooko, kini sukses mengelola sampah mandiri. Yakni, melalui inovasi tempat pengolahan sampah reduce, reuse, re

Rupiah Stabil di Rp17.735–Rp17.745 per Dolar AS

Rupiah Stabil di Rp17.735–Rp17.745 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini, Minggu 20 September 2026, stabil di kisaran Rp17.735–Rp17.745 per USD.

The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Masih di Atas Rp 18 Ribu

The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Masih di Atas Rp 18 Ribu

The Fed mempertahankan suku bunga 3,50–3,75 persen. Di tengah keputusan itu, rupiah masih berada di atas Rp18 ribu per dolar AS dan dibuka pada level Rp18.075 pada perdagangan Kamis (30/7).:

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer