Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Maestro Ludruk Cak Edy Karya Berpulang, Kolega hingga Pejabat Kenang Semangat Mendiang

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 17 September 2024 | 21:04 WIB

Cak Edy Karya, pimpinan Ludruk Karya Budaya Mojokerto berpulang, Selasa (17/9/2024).
Cak Edy Karya, pimpinan Ludruk Karya Budaya Mojokerto berpulang, Selasa (17/9/2024).
JETIS - Dunia seni Mojokerto berduka. Maestro ludruk sekaligus Pemimpin Ludruk Karya Budaya Eko Edy Susanto berpulang, Selasa (17/9).

Para kolega hingga pegawai pemerintahan turut mengantarkan pria 68 tahun itu ke tempat peristirahatan terakhir.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, selain tetangga, banyak teman sesama seniman yang melayat ke rumah duka depan rumah duka di Dusun Sukodono, Desa Canggu, Kecamatan Jetis.

KEHILANGAN BESAR: Pelayat mengantar jenazah Eko Edy Susanto susanto menuju pemakaman usai disalatkan, Selasa (17/9/2024).
KEHILANGAN BESAR: Pelayat mengantar jenazah Eko Edy Susanto susanto menuju pemakaman usai disalatkan, Selasa (17/9/2024).

Selain itu para pegawai Pemkab Mojokerto yang merasa kehilangan juga datang untuk menyampaikan bela sungkawa.

Hingga pria yang terkenal dengan nama panggung Edy Karya itu selesai disalatkan dan diantarkan ke pemakaman pukul 12.30.

Para pelayat masih hilir mudik mendatangi rumah duka yang sekaligus markas pimpinan Ludruk Karya Budaya tersebut.

Salah satunya adalah Syakirun alias Kirun, legenda hidup ludruk asal Madiun.

Dia yang baru tiba langsung menyusul ke makam yang terletak tak jauh dari rumah duka dengan didampingi beberapa seniman.

Sutradara Ludruk Karya Budaya Mujiadi mengatakan Edy adalah sosok seniman luar biasa.

Sebagai kolega, ia mengakui ayah 4 anak itu memiliki dedikasi tinggi di dunia kesenian, khususnya pertunjukan ludruk.

Karena kepemimpinannya pula, Karya Budaya yang berusia lebih dari 50 tahun tetap eksis di era sekarang.

Baca Juga: Ludruk di Eks Sekolah Soekarno di Mojokerto Sampaikan Spirit Nasionalisme

"Meskipun Abah Edy sudah tidak ada, semangatnya yang kami warisi," ucapnya. 

Sejumlah kolega menyebut, Edy Karya terakhir kali muncul di pentas sekitar akhir Agustus lalu.

Setelah itu, sosoknya tak pernah terlihat setiap Karya Budaya manggung di beberapa tempat setengah bulan terakhir.

"Beliau hanya mengirim jadwal dan info pentas," ujar salah satu seniman Karya Budaya.

Kondisi kesehatan Edy Karya yang menurun membuatnya tak bisa mengikuti jadwal padat manggung.

Hingga akhirnya sejak pekan lalu dia menjalani perawatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, lantaran kondisinya drop.

Edy disebut memiliki riwayat sakit salah satunya gula darah tinggi.

BERBELASUNGKAWA: Suasana di rumah duka Pemimpin Ludruk Karya Budaya Eko Edy Santoso di Dusun Sukodono, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/9/2024).
BERBELASUNGKAWA: Suasana di rumah duka Pemimpin Ludruk Karya Budaya Eko Edy Santoso di Dusun Sukodono, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/9/2024).

Mendiang pun dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit sekitar pukul 10.30.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handhito mengenang almarhum sebagai sosok inspiratif.

Melalui kiprahnya di panggung ludruk, Edy Karya telah menginsipirasi para pegiat budaya.

"Beliau adalah sosok yang punya komitmen sangat tinggi, menerabas berbagai zaman dalam rangka untuk melestarikan seni ludruk di Kabupaten Mojokerto," ujarnya di rumah duka.

Baginya, Edy Karya juga seorang guru. Dia mengajarkan banyak hal kepada generasi muda.

Norman berharap semangat mendiang akan dilanjutkan para anak muda untuk melestarikan seni budaya, khususnya ludruk. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#ludruk #berpulang #Majapahit #budaya #karya budaya #Cak edi karya #kabupaten #Maestro #seni #mojokerto #kesenian