JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kota Mojokerto selama ini dikenal luas lewat onde-onde legendarisnya.
Namun, di balik popularitas camilan berbentuk bulat berbalut wijen itu, ternyata masih banyak pilihan oleh-oleh khas yang tak kalah menarik untuk dibawa pulang wisatawan.
Seiring meningkatnya kunjungan wisata lokal pada 2026, pelaku usaha kuliner di Mojokerto mulai kembali mengangkat beragam produk tradisional sebagai alternatif buah tangan.
Dari makanan ringan hingga olahan khas rumahan, semuanya menawarkan cita rasa otentik yang mencerminkan kekayaan kuliner daerah.
Salah satu yang mulai banyak dilirik adalah krupuk upil, camilan renyah berukuran kecil dengan rasa gurih yang khas.
Meski namanya unik, produk ini cukup populer di kalangan wisatawan karena praktis dan tahan lama.
Selain itu, ada juga sambal wader, olahan ikan kecil dengan cita rasa pedas yang biasanya dikemas dalam botol, cocok bagi pecinta makanan bercita rasa kuat.
Tak ketinggalan, getuk pisang dan jenang khas Mojokerto juga menjadi pilihan oleh-oleh tradisional yang mulai naik daun.
Teksturnya yang lembut dengan rasa manis alami membuatnya digemari berbagai kalangan, terutama sebagai camilan keluarga.
Baca Juga: Semangat Kartini Hidup di RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto
Di sisi lain, produk modern berbasis tradisional juga mulai bermunculan.
Beberapa pelaku UMKM menghadirkan inovasi seperti keripik tempe aneka rasa hingga kue kering berbahan lokal yang dikemas lebih menarik dan higienis, menyesuaikan selera pasar masa kini tanpa meninggalkan ciri khas daerah.
“Sekarang pembeli tidak hanya mencari onde-onde. Mereka ingin sesuatu yang berbeda, tapi tetap khas Mojokerto,” ujar Rudi (38), salah satu penjual oleh-oleh di kawasan pusat kota.
Ia menyebutkan bahwa variasi produk justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Harga yang relatif terjangkau juga menjadi keunggulan oleh-oleh khas Mojokerto.
Dengan kisaran belasan hingga puluhan ribu rupiah, wisatawan sudah bisa membawa pulang berbagai pilihan makanan khas sebagai buah tangan.
Pemerintah daerah pun terus mendorong promosi produk lokal melalui berbagai kegiatan, seperti bazar UMKM dan festival kuliner.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus menjaga keberlangsungan usaha kecil di tengah persaingan industri makanan modern.
Dengan semakin banyaknya pilihan, wisatawan kini memiliki alternatif oleh-oleh yang lebih beragam saat berkunjung ke Mojokerto.
Tak lagi terpaku pada onde-onde, kota ini perlahan menunjukkan bahwa kekayaan kulinernya jauh lebih luas dan layak untuk dieksplorasi.
CINDY
Editor : Imron Arlado