MASJID satu ini tergolong unik dan autentik. Gaya arsitekturnya terinspirasi dari bangunan era Kerajaan Majapahit. Sesuai dengan letaknya di Trowulan, kawasan yang diyakini sebagai pusat kerajaan berjuluk Wilwatikta tersebut. Kesan Majapahitan terasa sejak kali pertama melangkah masuk ke dalam masjid.
Nama Masjid Darul Muttaqin ditulis dengan aksara Majapahitan pada atap serambi akses masuk utama. Susunan bata merah pada dinding masjid memperkuat kesan kuno era klasik. Ditambah atap tumpang tiga dengan pilar luar beraksen kayu.
Sejumlah ventilasi atau jendela diukir menyerupai Surya Majapahit dengan delapan sudut mata angin. Pun begitu dengan ruang utama masjid. Tempat imam atau mihrab dan pilar dalam masjid dihiasi ornamen teratai.
Lokasinya yang berada tepat di tepi jalan trans nasional Jombang-Mojokerto membuat masjid ini kerap jadi jujukan para musafir. Selain kebersihan yang terjaga dengan baik, keberadaan 10 toilet menambah kenyamanan bagi para jemaah dan musafir.
Selama bulan Ramadan, masjid yang dibangun pada tahun 2010 ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Mulai dari salat lima waktu, tarawih, tadarus, hingga bagi-bagi takjil gratis dan kultum jelang berbuka. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah