Arkeolog DS Nugrahani menuturkan, terdapat model rambut pria Majapahit yang bentuknya ’’seheboh’’ rambut perempuan yang ditata sanggul simetris. Rambut tersebut terlihat dibuat dengan gaya tinggi dengan arah ke samping.
’’Ada juga gaya rambut anak-anak dan banyak ditemukan di Majapahit, bentuknya ada rambut yang disisakan di ubun-ubun terus digerai ke belakang,’’ jelasnya.
Berbagai jenis gaya rambut perempuan, pria, dan anak, menjadi bahasa visual yang mencerminkan banyak hal tentang status sosial, keyakinan spiritual, hingga standar kecantikan. Dari beragamnya model yang ditemukan, dapat diasumsikan tata rambut pada masa itu dianggap sudah penting.
’’Analisis menengenai tata rambut dapat mengungkapkan gaya hidup yang berkaitan dengan strata sosial, tren yang terkait dengan kronologi, etnis, gender dan usia, dan keberlanjutan,’’ tandas dia. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah