KABUPATEN - Salah satu masjid di ujung barat Kecamatan Sooko ini sudah berusia 179 tahun. Masjid Baitul Muttaqin didirikan di tengah Dusun Sasap, Desa Modongan, sejak 1847. Tepatnya di kompleks Pondok Pesantren Bustanul Ulum yang berjarak sekitar 150 meter di selatan Jalan Raya Modongan.
Usianya yang sudah nyaris dua abad membuat masjid ini telah menjalani tiga kali renovasi. Kali terakhir perbaikan menyasar pilar utama dan tembok masjid pada 2024 lalu. Saat itu, konstruksi penyangga bangunan masjid rusak termakan usia. Renovasi total tersebut sekaligus untuk membuat masjid mampu menampung jemaah lebih banyak lagi. Masjid seluas 440 meter persegi itu kini mampu menampung sekitar 1.500 jemaah.
Takmir Masjid Baitul Muttaqin Musa Samsudin menyebutkan, gaya arsitektur masjid lawas ini terinspirasi dari salah satu masjid di Porong, Sidoarjo, yang sudah tenggelam oleh lumpur Lapindo. Hingga kini, Masjid Baitul Muttaqin masih menjadi pusat kegiatan umat muslim di Desa Modongan. Tak hanya rutin menggelar salat lima waktu dan tarawih, di bulan Ramadan 1447 Hijriah ini takmir masjid juga melaksanakan kajian kitab. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah