Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Masjid Tiban, Japan, Sooko Kabupaten Mojokerto, Dari Gubug Alang-Alang Menjadi Kubah Limasan Tiga Susun

Farisma Romawan • Jumat, 6 Maret 2026 | 10:00 WIB

MASJID yang terletak di Dusun Daleman, Desa Japan, Kecamatan Sooko terkenal karena mitosnya yang tiba-tiba ada. Tepatnya berdiri sekitar abad ke-19 oleh tokoh spiritual bernama Mbah Jainul Kobar atau
MASJID yang terletak di Dusun Daleman, Desa Japan, Kecamatan Sooko terkenal karena mitosnya yang tiba-tiba ada. Tepatnya berdiri sekitar abad ke-19 oleh tokoh spiritual bernama Mbah Jainul Kobar atau

MASJID yang terletak di Dusun Daleman, Desa Japan, Kecamatan Sooko terkenal karena mitosnya yang tiba-tiba ada. Tepatnya berdiri sekitar abad ke-19 oleh tokoh spiritual bernama Mbah Jainul Kobar atau yang dikenal Mbah Kanjeng Jimat.

Sebelum menjadi masjid, diceritakan tempat ini semula adalah gubuk dengan beratap alang-alang. Gubuk tersebut dijadikan tempat untuk mendidik seseorang agar bermanfaat bagi negara. Layaknya pesantren, Mbah Kanjeng Jimat lantas memerintahkan agar diubah menjadi masjid agar bisa digunakan beribadah oleh umat Muslim.

Masjid Tiban sempat diresmikan oleh KH. Achyat Chalimy dengan nama Masjid Nurul Huda. Tak jauh beda dengan masjid yang kental akulturasi Islam-Jawa, atap Masjid Tiban juga berbentuk limasan segi empat tiga susun yang disokong empat soko guru.

Selain itu, terdapat sumur tua yang ditutup karena khawatir disalahgunakan untuk mencari ilmu keberkahan. Termasuk mimbar dari kayu jati yang disimpan oleh takmir masjid sebagai warisan cagar budaya. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Lentera Ramadan #masjid tiban #ramadan mojokerto #Masjid mojokerto #masjid ramadan