Mengantisipasi peserta pemilu yang mengalami depresi, Pemkot Mojokerto menyiagakan layanan kesehatan jiwa di semua puskesmas dan rumah sakit pemerintah.
Itu ditegaskan Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, Selasa (13/2).
Selain tetap mengoptimalkan layanan kesehatan selama hari-H pencoblosan, fasilitas kesehatan tingkat pertama juga diminta untuk menyiapkan layanan khusus kejiwaan setelah proses pemungutan suara.
"Saya sudah instruksikan dinas kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan khusus untuk menangani gangguan kejiwaan pasca-pemilu nanti," ungkapnya saat ditemui di Balai Kota Mojokerto, kemarin.
Menurutnya, layanan kesehatan jiwa tersebut diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan. Terutama bagi yang terindikasi depresi atau mengalami gangguan mental.
"Tak terkecuali bagi para peserta pemilu yang gagal mendapatkan kursi sehingga butuh pendampingan dari psikatri. Kita bersiap mengantisipasi adanya caleg yang stres pasca-pemilu," ulasnya.
Persaingan untuk duduk di lembaga legislatif daerah memang berlangsung cukup ketat.
KPU mencatat, terdapat 319 caleg yang terdaftar dalam data penetapan daftar calon tetap (DCT) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Kota Mojokerto 2024.
Sedangkan hanya 25 peserta terpilih yang akan ditetapkan sebagai wakil rakyat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Farida Mariana menjelaskan, kesehatan jiwa telah menjadi bagian dari layanan di semua puskesmas.
"Namun, pada momen pemilu akan lebih diintensifkan untuk mengantisipasi peningkatan kunjungan. Memang sudah jadi layanan rutin di puskesmas, tapi frekuensinya akan kita sesuaikan dengan kasus yang ada setelah pemilu nanti," sambungnya.
Menurut Farida, layanan akan disediakan pada poli jiwa di enam puskesmas se-Kota Mojokerto.
Jika dibutuhkan, tenaga kesehatan dari tim Prameswari juga sewaktu-waktu siap diterjunkan untuk melakukan skrining awal.
Jika hasil pemeriksaan terindikasi mengalami gangguan jiwa ringan, maka pasien cukup diberikan pendampingan dari tenaga psikolog.
"Namun, apabila kondisinya mengarah ke gejala berat, maka akan dirujuk ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk dilakukan penanganan lanjutan. Karena di RSUD juga ada dokter spesialis kesehatan jiwa," pungkas Farida. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah