Pancaroba, Angin Kencang dan Kebakaran Berpotensi Meningkat
KABUPATEN - BPBD Kabupaten Mojokerto mewaspadai potensi peningkatan bencana seiring memasuki puncak masa pancaroba. Atensi difokuskan untuk menghadapi kebakaran, kekeringan, hingga menghadapi fenomena cuaca ekstrem El Nino tahun ini.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin menyebutkan, wilayah kabupaten kini tengah memasuki masa peralihan dari penghujan menuju ke musim kemarau.
Akibatnya, meski cuaca panas sudah mulai terik, namun belakangan masih kerap terjadi hujan yang disertai petir dan angin kencang. ”Saat ini wilayah kita sedang memasuki puncak musim pancaroba dari hidrometeorologi basah menuju hidrometeorologi kering,” ungkapnya kemarin (14/4).
Baca Juga: BMKG Sebut Mojokerto Masuki Pancaroba, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat
Di tengah perubahan cuaca yang tak menentu ini, ungkap Rinaldi, berpotensi memimbulkan potensi peningkatan bencana. Di antaranya angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang hingga kerusakan bangunan.
Dikatakannya, langkah mitigasi telah dilakukan dengan memangkas pepohonan yang berpotensi tumbang saat angin kencang. Termasuk mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. ”Terutama bagi warga yang memiliki rumah dengan struktur atap dan dinding yang kurang kuat,” tuturnya.
Di sisi lain, masa kemarau tahun ini juga berpotensi lebih panjang akibat dampak dari El Nino. Di awal pancaroba, BPBD mencatat kejadian kebakaran sudah mulai menunjukkan tren peningkatan. Tak hanya menyasar lahan, kebakaran juga melanda wilayah permukiman hingga tempat usaha. ”Saat ini juga mulai meningkat kejadian kebakaran rumah atau gedung,” tandas dia.
Meski pun, lanjut Rinaldi, penyebabnya tidak selalu karena faktor cuaca panas. Namun, kebakaran juga dipicu akibat human error atau kelalaian dan faktor teknis lainnya.
Baca Juga: BMKG Sebut Wilayah Mojokerto Masuki Masa Pancaroba
Dari pemetaan BPBD, setidaknya terdapat enam wilayah yang masuk dalam zona merah atau berisiko tinggi kebakaran dan angin kencang. Meliputi, Kecamatan Kutorejo, Mojosari, Pungging, Trowulan, Sooko, dan Jetis. ”Sekarang ini kita masih diterpa hujan disertai angin kencang, kemudian panas yang cukup terik. Jadi, kita harus siap siaga,” ucapnya.
Sebagai antisipasi dan penanganan bencana, BPBD menyiagakan layanan darurat selama 24 jam. Personel mulai dari petugas call center, tim reaksi cepat (TRC), hingga pemadam kebakaran (damkar) juga disigakan untuk merespons kejadian bencana. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah