Setahun kepemiminan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan Wabup dr. Muhammad Rizal Octavian, berbagai pendekatan dan pembinaan kepada organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) pun terus dipererat.
Termasuk sinergisitas Forum Kewaspadaan Dini Daerah (FKDD) yang di dalamnya terdapat unsur komunitas intelijen daerah (kominda) dan unsur camat. Tak kalah penting juga dalam melakukan edukasi dan pendidikan politik kepada masyarakat.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto Eddy Taufiq menyatakan komitmennya dalam menjaga kondusivitas bumi Majapahit. Pendekatan dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat pun terus diperkuat. Termasuk kepada ratusan ormas dan LSM. ’’Ormas dan LSM ini memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan keamanan daerah,’’ ungkapnya.
Menurutnya, ormas dan LSM mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Mereka menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan kebijakan yang baik, adil, dan tepat sasaran.
Dengan demikian, di era kepemimpinan Gus Bupati-Dokter Rizal, pihaknya berharap kemitraan dan sinergitas yang sudah terbentuk dalam waktu yang lama ini bisa tetap berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya, untuk Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur. ’’Melalui kolaborasi yang baik, program pemerintah bisa berjalan lancar dan tepat sasaran,’’ tegasnya.
Di sisi lain, stabilitas daerah juga sangat berpengaruh terhadap iklim investasi. Jika situasi tak kondusif, investor akan berpikir ulang untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Mojokerto. ’’Artinya, kondusivitas wilayah itu menjadi salah satu penentu dan magnet investor untuk masuk. Sehingga ini bagian penting yang harus dijaga bersama,’’ jelas Eddy Taufiq.
Di lain sisi, Bakesbangpol juga memperkuat sinegisitas dengan FKDD yang di dalamnya ada dua unsur. Yakni, unsur komunitas intelijen daerah (kominda) yang terdiri dari berbagai lintas instansi. Selanjutnya unsur camat.
Di era digitalisasi saat ini, bakesbangpol juga mendorong ormas agar adaptif terhadap perkembangan. Melalui kegiatan bertajuk Optimalisasi Media Sosial untuk Penguatan Citra dan Program Organisasi Kemasyarakatan, bakesbangpol secara konsisten membekali para pengurus ormas dengan kemampuan mengelola media sosial secara efektif dan bertanggung jawab.
’’Dalam era digital, media sosial menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi, memperkuat citra, serta memperluas jangkauan program organisasi di tengah masyarakat,’’ paparnya.
Eddy menambahkan, selama ini banyak ormas yang aktif di lapangan namun tidak terlihat, karena kurang mempublikasikan kegiatan mereka. Sehingga jika hal itu dikelola dengan baik, media sosial dapat menjadi sarana penting dalam memperluas jangkauan program, memperkuat jejaring, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap organisasi. ’’Pembinaan ini sebagai langkah konkret memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan ormas,’’ tandasnya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah