Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

DPMPTSP Kabupaten Mojokerto Sukses Genjot Investasi, Tembus Rp 4,45 Triliun, dan Serap 16.854 Tenaga Kerja

Khudori Aliandu • Senin, 23 Februari 2026 | 17:25 WIB

INOVATIF: Bupati Muhammad Albarraa meresmikan Gema Brahu (Gerakan Melayani Bersama Masyarakat Urus Izin Usaha) dan program Kinasih (Klinik Investasi dan Solusi Perizinan Berusaha Dan Non Berusaha) di
INOVATIF: Bupati Muhammad Albarraa meresmikan Gema Brahu (Gerakan Melayani Bersama Masyarakat Urus Izin Usaha) dan program Kinasih (Klinik Investasi dan Solusi Perizinan Berusaha Dan Non Berusaha) di

SETAHUN kepemimpinan Bupati Muhammad Albarraa dan Wabup dr. M. Rizal Oktavian, kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berhasil membawa nilai realisasi investasi 2025 di Kabupaten Mojokerto melesat hingga menembus Rp 4,45 triliun atau mencapai 110 persen. Selain meningkat dibanding tahun sebelumnya, juga berdampak terhadap penyerapan 16.854 tenaga kerja.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo mengaku bersyukur bahwa tren investasi sepanjang 2025 di bumi Majapahit makin tumbuh. Nilainya semakin melesat jika dibandingkan tahun sebelumnya. ’’Alhamdulillah nilai realisasi investasi di Kabupaten Mojokerto trennya semakin bagus. Sesuai data DPMPTSP, sepanjang 2025 tembus Rp 4,45 triliun, trennya tumbuh dibandingkan 2024 yang hanya Rp 3,97 triliun,’’ ungkapnya.

Melesatnya nilai investasi tersebut selaras dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah dengan 18 kecamatan ini sebesar 6,05 persen. Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur sebesar 5,22 persen maupun Nasional yang mencapai 5,04 persen.

Menurut Poedji, realisasi investasi Rp 4,45 triliun ini juga naik 12 persen jika dibandingkan tahun 2024. Nilai tersebut juga melampaui angka yang ditargetkan sebesar Rp 4,02 triliun atau menembus 110 persen. ’’Tren positif ini didominasi oleh PMDN sebesar Rp 2,43 triliun, disusul PMA Rp 2,02 triliun. Capaian ini sukses menyerap 16.854 tenaga kerja Indonesia di berbagai sektor,’’ jelas mantan Inspektur Kabupaen Mojokerto, ini.

Pertumbuhan investasi tersebut membuktikan jika Kabupaten Mojokerto makin dilirik dan diminati investor. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

 

''Kondisi itu sejalan dengan kepastian dan kemudahan perizinan yang kita berikan. Termasuk ketersediaan infrastruktur yang mewadahi, jalan mulus dan lebar juga menjadi penentu bagi investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Mojokerto,'' tegasnya.

Pada realisasi triwulan IV, misalnya. Sesuai data DPMPTSP, total realisasi sebesar Rp 1,66 triliun. Terbagi atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 699,8 miliar. Angka ini didominasi dari Jepang sebesar Rp 459 miliar.

Disusul Singapura Rp 54 miliar. Lalu, Kepulauan Virgin Inggris dan Tiongkok masing-masing Rp 52 miliar dan Rp 50 miliar. ’’Sektor utama pada triwulan empat ini investasi tertinggi berasal dari sektor sekunder dengan kontribusi sebesar 69,7 persen, sektor tersier menyumbang 20,8 persen dan sektor primer sebesar 9,4 persen,’’ beber Poedji.

Begitu juga dengan realisasi investasi pada triwulan III 2025, angkanya mencapai Rp 853,1 miliar. Kontribusi terbesar datang dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang menyumbang 56,3 persen dari total investasi atau senilai Rp 480,5 miliar.

Angka dominasi PMDN ini menggarisbawahi kekuatan ekonomi lokal dan tingginya kepercayaan investor domestik terhadap potensi dan stabilitas daerah.

Meski demikian, PMA juga mencatatkan angka yang signifikan, menyumbang 43,7 persen atau Rp 372,5 miliar. ’’Realisasi setiap triwulan ini menjadi indikator utama keberhasilan Pemkab Mojokerto dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menarik, baik bagi investor lokal maupun mancanegara,’’ tegasnya.

Sebaliknya pada triwulan I dan II, nilai investasi di daerah dengan 299 desa dan 5 kelurahan ini masing-masing sebesar Rp 867,5 miliar dan Rp 1,073 triliun.

Dengan moncernya nilai investasi sepanjang 2025 tersebut, Poedji optimistis tahun ini realisasi investasi kian tumbuh seiring berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah secara tepat dan berdampak langsung kepada masyarakat luas.

Termasuk komitmen mempermudah dan mempercepat perizinan serta memberi kepastian kepada para investor. ’’Sebagaimana petunjuk pimpinan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen menciptakan iklim investasi yang ramah, cepat, dan berkepastian, serta komitmen dalam perizinan,’’ pungkasnya. (ori/ris)

Editor : Fendy Hermansyah
#bupati mojokerto #gus barra #Pemkab Mojokerto #DPMPTSP Kabupaten Mojokerto #setahun kepemimpinan mubarok #Gus Bupati