Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo, mengungkapkan, tren investasi di bumi Majapahit belakangan kian tumbuh. Bahkan, sepanjang 2025 nilainya semakin melesat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. ’’Alhamdulillah nilai realisasi investasi di Kabupaten Mojokerto trennya semakin bagus. Sesuai data DPMPTSP, sepanjang 2025 tembus Rp 4,45 triliun, trennya tumbuh dibandingkan 2024 hanya Rp 3,977 triliun,’’ ungkapnya.
Melesatnya nilai investasi ini selaras dengan pertumbuhan ekonomi di bumi Majapahit sebesar 6,05 persen. Pencapaian ini bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi JawaTimur sebesar 5,22 persen maupun Nasional sebesar 5,04 persen. Menurutnya, realisasi investasi sebesar Rp 4,45 triliun ini juga naik 12 persen jika dibandingkan tahun 2024. Angka tersebut juga melampaui angka yang ditargetkan sebesar Rp 4,02 triliun atau tembus 110 persen. ’’Tren positif ini didominasi oleh PMDN sebesar Rp 2,43 triliun, disusul PMA Rp 2,02 triliun. Capaian ini sukses menyerap 16.854 tenaga kerja Indonesia di berbagai sektor,’’ jelas eks Inspektur Kabupaen Mojokerto ini.
Pada realisasi triwulan IV misalnya. Sesuai data DPMPTSP, total realisasi sebesar Rp 1,66 triliun. Terbagi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 699,8 miliar. Angka ini didominasi dari Jepang sebesar Rp Rp 459 miliar. Disusul Singapura Rp 54 miliar. Lalu Kepulauan Virgin Inggris dan Tiongkok masing-masing Rp 52 miliar dan Rp 50 miliar. ’’Sektor utama pada triwulan empat ini investasi tertinggi berasal dari sektor sekunder dengan kontribusi sebesar 69,7 persen, sektor tersier menyumbang 20,8 persen dan sektor primer sebesar 9,4 persen,’’ beberapa Poedji.
Begitu juga realisasi investasi pada triwulan III 2025 angkanya tembus Rp 853,1 miliar. Kontribusi terbesar datang dari PMDN, yang menyumbang 56,3 persen dari total investasi atau senilai Rp 480,53 miliar. Angka dominasi PMDN ini menggarisbawahi kekuatan ekonomi lokal dan tingginya kepercayaan investor domestik terhadap potensi dan stabilitas daerah. Meskipun demikian, PMA juga mencatatkan angka yang signifikan, menyumbang 43,7 persen atau Rp 372,58 miliar. ’’Realisasi tiap triwulan ini menjadi indikator utama keberhasilan Pemkab Mojokerto dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menarik, baik bagi investor lokal maupun mancanegara,’’ tegasnya.
Sebaliknya pada triwulan I dan II, nilai investasi di daerah dengan 18 kecamatan ini masing-masing sebesar Rp 867,574 miliar dan Rp 1,073 triliun. Kian moncernya investasi sepanjang 2025, Poedji optimistis tahun ini realisasi investasi juga kian tumbuh seiring berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah tepat dan berdampak langsung pada masyarakat secara luas. Termasuk komitmen mempermudah dan percepatan perizinan serta memberi kepastian kepada para investor. ’’Sebagaimana petunjuk pimpinan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen menciptakan iklim investasi yang ramah, cepat, dan berkepastian, serta komitmen dalam perizinan,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah