KABUPATEN – Di awal tahun 2026, Bupati Muhammad Albarraa sudah berhasil meraih penghargaan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Jika tahun lalu meraih predikat terbaik VII, kali ini, Gus Bupati dinobatkan sebagai Bupati Pembina Terbaik I Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tingkat Provinsi Jawa Timur.
Apresiasi bergengsi ini secara simbolis diterima Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto dr. M. Rizal Octavian didampingi Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto Yoi'e Afrida Soesetyo Djati pada Apel Peringatan Bulan K3 Nasional di Stadion Tri Dharma Petrokimia Gresik, Rabu (14/1). ’’Alhamdulillah, di awal tahun 2026 Kabupaten Mojokerto dinobatkan sebagai terbaik 1 kategori silver pembina keselamatan dan kesehatan kerja (K3) oleh Ibu Gubernur Khofifah,’’ ungkap Mas Rizal mewakili Gus Bupati.
Selain Pemkab Mojokerto, juga ada beberapa daerah yang menerima penghargaan serupa. Di antaranya Kabupaten Gresik, Lamongan, Banyuwangi, dan Sidoarjo. Selain itu, sejumlah perusahaan di bumi Majapahit turut diganjar penghargaan. Masing-masing PT Padi Indonesia Maju (PIM), Aice, dan Tjiwi Kimia. ’’Ke depan kami berharap kita bisa lebih meningkatkan pembinaan K3. Sehingga bisa mendapatkan manfaat dan bonusnya meraih penghargaan kategori gold,’’ tegasnya.
Mas Wabup mengucapkan berterima kasih atas apresiasi yang diberikan Gubernur Khofifah. Termasuk mengapresiasi kepada perusahaan di Kabupaten Mojokerto yang telah menerapkan K3. Atas penghargaan ini, dia menyatakan, Pemkab Mojokerto akan terus berkomitmen memastikan para tenaga kerja melaksanakan kewajiban dan terpenuhinya hak secara seimbang.
’’Pemda melalui disnaker juga akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap keberadaan perusahaan di Kabupaten Mojokerto dalam mewujudkan budaya kerja K3,’’ tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, penghargaan K3 merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas komitmen dunia usaha dan pemerintah daerah dalam menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat. ’’Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi agar budaya keselamatan kerja terus ditingkatkan,’’ ungkapnya.
Pada tahun 2026 ini, tercatat 717 perusahaan dan pemerintah daerah di Jawa Timur menerima penghargaan K3. Rinciannya, meliputi 9 bupati/wali kota pembina K3 terbaik, 354 perusahaan zero accident, serta ratusan perusahaan penerima penghargaan SMK3, P2HIV/AIDS, dan P2 tuberkulosis.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah turut menyerahkan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada tiga ahli waris pekerja dengan total nilai ratusan juta rupiah. ’’Penghargaan dan perlindungan jaminan sosial ini adalah bukti kehadiran negara dalam melindungi pekerja,’’ tegasnya. Pemprov Jawa Timur, lanjut Gubernur Khofifah, berkomitmen memastikan seluruh program K3 nasional dapat diimplementasikan secara adaptif di daerah, seiring dengan pertumbuhan industri dan perlindungan tenaga kerja. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah