Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Permukiman di Mojosari-Pungging Mojokerto Terendam Banjir

Rizal Amrulloh • Senin, 5 Januari 2026 | 18:23 WIB

 

TERENDAM: Personel BPBD Kabupaten Mojokerto meninjau dampak banjir luapan di Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Sabtu (3/1) malam.
TERENDAM: Personel BPBD Kabupaten Mojokerto meninjau dampak banjir luapan di Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Sabtu (3/1) malam.

Akibat Hujan Lebat, Sungai Meluap, dan Aliran Tersumbat

KABUPATEN - Awal tahun baru 2026 wilayah Kabupaten Mojokerto masih dibayangi cuaca ekstrem. Sejumlah desa di Kecamatan Mojosari dan Pungging terdampak banjir luapan setelah diguyur hujan deras yang terjadi pada Sabtu (3/1).

BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat, wilayah terdampak cukup parah terjadi di Dusun/Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Mojosari. Banjir luapan tak hanya merendam jalan perkampungan, tetapi juga merendam beberapa rumah warga hingga Sabtu (3/1) malam. ”Tidak meluap saja, tapi air sudah seperti segara,” tutur Slamet warga setempat, kemarin (4/1).

Menurutnya, genangan banjir berasal dari aliran sungai yang melintas di tengah Dusun/Kelurahan Wonokusumo. Selain disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi sejak sore hingga malam hari, kondisi tersebut juga diperparah oleh sumbatan sampah yang terbawa arus dari arah hulu.

”Karena besarnya aliran air, sehingga sungainya tak kuat menampung. Akhirnya banjir dan masuk ke rumah-rumah warga,” ulasnya. Beruntung banjir tidak sampai menggenang terlalu lama. Kemarin (4/1) dini hari, ketinggian air sudah berangsur surut seiring hujan yang mulai mereda.

SUMBAT ALIRAN: Relawan mengevakuasi material yang menyumbat di sungai Dusun Patung, Desa/Kecamatan Pungging, kemarin (4/1)
SUMBAT ALIRAN: Relawan mengevakuasi material yang menyumbat di sungai Dusun Patung, Desa/Kecamatan Pungging, kemarin (4/1)

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyatakan, banjir di Dusun/Kelurahan Wonokusumo disebabkan meluapnya aliran sungai. Pemicunya akibat hujan deras sehingga saluran irigasi tak mampu menampung besarnya volume air. ”Serta adanya sumbatan sampah pada saluran irigasi, sehingga jalan dusun dan beberapa rumah warga terdampak genangan banjir luapan,” terangnya.

Khakim menyebut, air sempat merendam tujuh rumah warga  dengan ketinggian 30-40 sentimeter. Kemarin genangan air sudah dipastikan surut total setelah sampah pada aliran pada saluran irigasi dibersihkan.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, banjir luapan juga melanda beberapa wilayah lainnya di Kecamatan Mojosari. Utamanya di sejumlah jalan protokol di pusat kota hingga merendam jalan dan permukiman di Desa Jotangan, Desa Seduri, dan Desa Mojosulur.

Peristiwa serupa terjadi di kawasan Kecamatan Pungging pada Sabtu (3/1). Di antaranya melanda Dusun Punggingkrisik, Desa Balongmasin, yang menjadi wilayah terdampak paling parah akibat banjir luapan. ”Saluran irigasi tidak mampu menampung besarnya volume debit air, sehingga air sungai meluap ke permukiman warga,” imbuh Khakim.

Akibatnya, jalan dusun terendam air dengan ketinggian berkisar 30-50 sentimeter. Tak hanya itu, luberan air sempat masuk ke rumah warga di tiga wilayah rukun tetangga (RT), Dusun Punggingkrisik, Desa Balongmasin. ”Kurang lebih 120 rumah yang terdampak banjir luapan,” ujarnya.

Kemarin genangan banjir juga telah surut total. Khakim menyebutkan, BPBD Kabupaten Mojokerto telah melakukan asesmen dan melakukan pembersihan pada aliran sungai bersama unsur relawan. Selain permukiman, banjir akibat luapan saluran air sempat merendam ruas jalan nasional di Jalan Brawijaya. Luberan air terjadi di beberapa titik lainnya di Desa Tunggalpager dan Desa/Kecamatan Pungging. (ram/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#bencana banjir #bencana mojokerto #banjir luapan #banjir mojokerto