Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Korban Tak Ditemukan, Operasi SAR Dihentikan

Martda Vadetya • Selasa, 31 Desember 2024 | 14:40 WIB
DIMAKSIMALKAN: Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian hingga wilayah muara Tlocor, Sidoarjo.
DIMAKSIMALKAN: Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian hingga wilayah muara Tlocor, Sidoarjo.

Pencarian Pemuda yang Nyemplung Sungai Brantas di Rolak Songo

 KABUPATEN – Operasi search and rescue (SAR) korban nyemplung Sungai Brantas di Dam Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, resmi dihentikan, kemarin (30/12). Mengingat, terhitung selama tujuh hari dilakukan pencarian, korban masih belum ditemukan.

 Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati menerangkan, operasi SAR yang dilakukan sejak 24 Desember telah dilakukan dengan maksimal. Sedikitnya, 70 personel gabungan dari BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Provinsi Jatim, Basarnas, TNI, Polri hingga relawan telah dikerahkan.

 Selama sepekan ini tim SAR gabungan yang dibagi menjadi lima search and rescue unit (SRU) melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Brantas Dam Rolak Songo hingga radius sekitar 50 Km ke wilayah muara Tlocor, Sidoarjo. ”Sampai kita evaluasi hari terakhir penutupan SAR ini, korban masih belum ditemukan. Pencarian sudah maksimal, kita juga pakai drone untuk pemantauan dari udara,” ujarnya di Posko SAR, kemarin (30/12).

 Dia menjelaskan, penutupan operasi SAR ini dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), lantaran pencarian telah dilakukan secara maksimal. Keluarga korban, Teguh Hendardi, 24, warga Dusun Sepande, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, turut hadir di Posko SAR. ”Kita sampaikan ke pihak keluarga kalau pencarian ini sudah dilakukan sesuai SOP. Dan mereka bisa menerima kondisi dan hasil ini,” beber Yo’ie.

 Setelah operasi SAR resmi dihentikan, pemantauan terhadap keberadaan Teguh dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Di samping itu, BPBD Kabupaten Mojokerto bakal terus memantau perkembangan media sosial jika didapati adanya indikasi korban ditemukan. ”Kami juga koordinasi dengan paguyuban nelayan di wilayah selat Madura untuk ikut memantau. Karena memang aliran muaranya ke sana,” tandasnya.

 Ada sejumlah kendala yang membuat jasad Teguh belum ditemukan. Mulai dari kontur sungai, cuaca ekstrem, tinggi dan derasnya debit air sungai hingga meluap. ”Ketinggian debit ari dari pintu air mencapai 800 meter kubik per detik. Sedangkan pencarian di wilayah muara, kita harus menyesuaikan jadwal pasang surut air laut,” tambah Koordinator Operasi SAR Rolak Songo dari Basarnas Surabaya, Gani Wiratama. (vad/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#rolak songo #tewas tenggelam #tim sar