Tak sekedar konvoi menggunakan motor berknalpot brong, 9 pemuda asal Sidoarjo ini juga kedapatan membawa benda berbahaya saat digeledah petugas. Yakni kunci inggris yang disimpan di dalam jok motor mereka.
Dari hasil pengakuan, mereka hendak menuju Desa Batan Krajan, Kecamatan Gedeg untuk menemui rekan sesama pesilat. Akan tetapi, aksi tersebut urung dilakukan setelah petugas menggelandang mereka untuk ke mapolresta untuk dimintai keterangan.
''Kami amankan sekelompok pemuda berjumlah 9 remaja dengan empat unit kendaraannya untuk kami serahkan ke Satreskrim. Karena mencurigakan, kami bawa ke Mapolres untuk selanjutnya menunggu hasil interogasi dari petugas reskrim,'' terang Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Heru Sudjio Budi Santoso kemarin.
Dalam razia tersebut, petugas berhasil menjaring motor maupun mobil yang tidak sesuai spesifikasi sekitar 50 unit.
Puluhan pengendara tersebut terpaksa ditilang dan kendaraannya diamankan petugas dengan beragam pelanggaran. Mulai tidak menggunakan helm, motor berknalpot brong, ban kecil, tidak dilengkapi spion, dan tidak adanya surat-surat berkendara resmi.
Razia kali ini dilakukan untuk menjamin keamanan di wilayah Kota Mojokerto dan utara sungai dari tindak Kriminalitas, mulai dari tawuran, pencurian, hingga peredaran narkoba.
''Selain menggeledah dan mengamankan kendaraan, razia juga untuk mendeteksi adanya benda berbahaya seperti senjatam tajam (sajam) dan narkoba. Razia untuk mendukung harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) dari tindak kriminalitas,'' tambahnya.
Tidak hanya di simpang tiga kantor PMI, razia juga berjalan di jalan raya Desa Kemantren, tepatnya di depan kantor Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Hingga dini hari, razia masih berlangsung untuk mendeteksi adanya konvoi dari berbagai kelompok pemuda yang mencurigakan. (far) Editor : Fendy Hermansyah