SEKOLAH RAKYAT MERAH PUTIH (SRMP) yang menjadi program strategis Presiden Prabowo Subianto terbukti berhasil mengubah total karakter, disiplin, kemandirian, hingga kreativitas para siswa dari keluarga tidak mampu. Anak-anak yang awalnya termarjinalkan ini bahkan mampu torehkan banyak prestasi di kancah nasional. Bahkan, ada lima peserta didik di Mojokerto mampu berpidato multibahasa.
Kepala SRMP 15 Mojokerto Heri S. Mamuaya menambahkan, kunci utama dari perubahan masif ini ada pada penerapan kurikulum yang adaptif, fokus pada potensi anak, serta pendekatan yang intensif. Itu setelah SR ini tidak hanya terpaku pada kurikulum nasional yang kaku.
Mereka memiliki jargon andalan SIP (Sekolah Inovatif dan Produktif). ’’Nilai inilah yang dieksplorasi secara mendalam oleh para pendidik untuk membongkar potensi terbaik siswa,’’ ungkapnya.
Ia turut mematahkan stigma jika anak berlatar belakang ekonomi rendah memiliki kapasitas otak yang inferior. Masalah utama selama ini bukanlah ketiadaan bakat, melainkan ketiadaan asahan dan kesempatan. ’’Di Sekolah Rakyat, semua anak diberikan ruang yang sama untuk dieksplorasi bakatnya. Hasilnya luar biasa. Dalam ajang kompetisi nasional siswa Sekolah Rakyat berhasil membawa pulang prestasi gemilang,’’ paparnya.
Seperti meraih juara satu dan dua Lomba English Olympic 2026, menyabet delapan perak dan 15 perunggu dari Olimpiade Nasional yang digelar Indonesia Youth Smart Competition (IYSC). Mulai mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA, dan IPA.
Dalam bidang seni rupa, tari, dan kerajinan pahat, potensi mereka juga melejit. Saat acara open house, separuh siswa juga menunjukkan bakatnya dalam membuat patung pahatan. ’’Seperti yang sudah dibuat anak-anak ada patung Pak Presiden Prabowo,’’ pungkas Heri. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah