RANGKAIAN kegiatan Haflah Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz MI Syuhada’ Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto berlangsung meriah, edukatif, dan penuh haru. Kegiatan yang dilaksanakan sejak 13-20 Juni tersebut menjadi momentum syukur atas keberhasilan para siswa sekaligus wujud sinergi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat.
Rangkaian diawali pada 13 Juni lalu dengan Pawai Ta’aruf yang diikuti seluruh siswa MI Syuhada’. Dengan mengenakan berbagai kostum islami dan atribut kreatif, para peserta berjalan mengelilingi lingkungan sekitar madrasah. Pada hari yang sama, juga digelar Bazar MI Syuhada’ yang melibatkan paguyuban wali murid. Berbagai produk makanan, minuman, dan hasil kreativitas masyarakat ditampilkan sehingga menumbuhkan semangat kebersamaan serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
Selanjutnya, pada 18 Juni 2026, MI Syuhada’ menggelar Pentas Seni dan Pengambilan Rapor. Beragam penampilan siswa mulai dari tari, musik islami, puisi, hingga pertunjukan kreatif lainnya berhasil memukau para wali murid yang hadir.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (20/6) melalui acara Haflah Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz yang berlangsung di Aula MI Syuhada’. Sebanyak 21 siswa kelas VI mengikuti prosesi wisuda akhirussanah, sementara 32 siswa mengikuti Wisuda Tahfidz sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka dalam menghafal Al-Qur’an.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto Masruchan, tokoh agama KH. Ahyat Nasrullah, jajaran komite, wali murid, serta tamu undangan lainnya.
Kepala MI Syuhada’ Banjaragung, Khusnul Abidin, menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa. Ia berpesan agar lulusan MI Syuhada’ terus semangat menuntut ilmu, menghormati guru, dan berbakti kepada orang tua.
’’Melalui rangkaian kegiatan Haflah Akhirussanah tahun ini, MI Syuhada’ Banjaragung kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan generasi saleh salehah, berpresasi, dan mandiri serta mencetak generasi yang unggul dalam akademik, berkarakter Qurani, berakhlakul karimah, serta siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,’’ bebernya.
Sementara itu, Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Mojokerto Masruchan menegaskan pentingnya menjaga kekompakan seluruh elemen madrasah. Menurutnya, kemajuan lembaga pendidikan hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kuat antara yayasan, kepala madrasah, guru, komite, dan wali murid. ’’Madrasah yang maju lahir dari kebersamaan dan kekompakan semua elemen yang terlibat di dalamnya. Karena itu, sinergi harus terus dijaga demi meningkatkan kualitas pendidikan,’’ ungkapnya.
Dalam tausiyahnya, KH. Ahyat Nasrullah menyampaikan, orang tua patut bangga atas keberhasilan putra-putrinya. Namun yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak terus menjaga akhlak, semangat belajar, dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah