KOTA – Santri sekaligus siswa SMP Darul Quran Islamic Boarding School Kota Mojokerto digembleng ilmu jurnalistik dari Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM), kemarin (10/2). Sebanyak 100 siswa dari kelas 7, 8 hingga 9 mengikuti workshop tersebut sebagai upaya meningkatkan soft skill, kreativitas, serta kemampuan menulis di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Workshop tersebut diawali dengan pembukaan oleh Kepala SMP Darul Quran Islamic Boarding School ustazah Dewi Maimunah. Dalam sambutannya, melalui program Jurnalis Mengajar bertema Menjadi Jurnalis dalam 60 Menit, ini siswa diharapkan mendapatpelajaran dan pengalaman jurnalistik yang lebih dalam. Terlebih materi disampaikan langsung dari jurnalis profesional. ”Semoga anak-anak bisa memunculkan ide kreatif lagi dalam menulis dari pelatihan jurnalistik ini,” ungkapnya.
Ustazah Mai menekankan, kemampuan jurnalistik bisa diasah melalui latihan menulis secara rutin dan memperdalam pengetahuan tentang media. Oleh karenanya, diharapkan setelah kegiatan ini terlaksana, siswa mampu menghasilkan karya literasi hingga memiliki ekstrakurikuler (ekskul) jurnalistik. ’’Anak-anak harus siap bisa menghasilkan karya tulis, mungkin seperti buku, atau nanti kita adakan ekskul jurnalistik untuk meningkatkan kemampuan menulis,’’ imbuh dia.
Sesi workshop dilanjutkan dengan pemaparan materi kurang lebih 15 menit yang disampaikan langsung Pemimpin Redaksi JPRM Moch. Chariris. Kegiatan diawali dengan pembentukan kelompok redaksi dan penentuan tema liputan. Seperti rapat redaksi dan mengangkat topik berita yang menarik. ’’Ini untuk membuktikan, bahwa dalam waktu satu jam, menjadi wartawan bukanlah hal yang mustahil,’’ kata Chariris.
Selama satu jam, siswa diajak praktik menjadi jurnalis. Dari mulai melakukan peliputan, penggalian data, wawancara, hingga penulisan berita. ’’Dari praktik ini, anak-anak kita ajarkan bagaimana menangkal berita hoaks, dan kita menanamkan agar mereka tetap skeptis saat menyaring informasi di masa kini,’’ ungkap dia.
Suasana selama pelatihan berlangsung interaktif dan antusias. Para siswa aktif mengajukan beragam pertanyaan seputar teknik penulisan berita, metode wawancara narasumber, hingga pengetahuan dasar tentang ilmu jurnalistik. Adapun program Jurnalis Mengajar ini menjadi rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus menyambut anniversary ke-25 JPRM pada 1 Maret 2026 mendatang.
Dari workshop ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan menulis sekaligus meningkatkan kemampuan literasi media bagi para santri dan siswa. ”Hebatnya, jika ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kerja tim, mereka ternyata mampu menghasilkan karya dalam waktu tidak kurang dari 30 menit,” tandas Chariris. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah