Disisipkan Khusus dalam Mapel PAI
KABUPATEN - Tak hanya di lingkup madrasah, penerapan Kurikulum Cinta nyatanya juga menyasar sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik). Untuk implementasinya, kurikulum tersebut hanya disisipkan khusus di mata pelajaran Agama Islam (PAI).
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SD se-Kabupaten Mojokerto Nanik Anisah menuturkan, sejak tahun ajaran 2025/2026 dimulai, SD negeri maupun swasta di Bumi Majapahit telah menerapkan kurikulum tersebut. ’’Awalnya penerapannya memang hanya di madrasah. Sejak Juli kemarin, di SD negeri maupun swasta mulai kita terapkan ini, tapi di mapel PAI,’’ terangnya.
Kurikulum Cinta, lanjut Nanik, merupakan implementasi pembelajaran yang menekankan pada nilai-nilai kasih sayang, empati, persahabatan, dan harmoni dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Sehingga, tidak mengganti Kurikulum Merdeka yang telah berjalan. ’’Kurikulum kita tetap pakai Kurikulum Merdeka, tapi kami kembangkan sesuai dengan tren deep leanning (pembelajaran mendalam),’’ ulas perempuan yang juga Kepala SDN Kembangringgit 3 ini.
Adapun, penerapan Kurikulum Cinta ini menyasar siswa kelas I hingga VI. Tentuya, selama penerapan Kurikulum Cinta dinaungi oleh guru PAI di bawah naungan dispendik maupun kementerian agama (Kemenag). ’’Pada dasarnya, keduanya sama-sama menekankan pendalaman makna dan pengembangan karakter spiritual serta emosional peserta didik. Sehingga, kurikulum cinta ini jadi penyeimbang sekaligus pelengkap kurikulum merdeka,’’ urainya.
Adapun, penambahan Kurikulum Cinta selama kegiatan pembelajaran, sengaja diterapkan khusus pada mapel PAI saja. Sebab, fungsinya untuk memperkuat pendalaman pengetahuan nilai religi. ’’Konsepnya pembelajaran mendalam, sehingga menekankan penghayatan nilai dan penerapan nyata,’’ tandas dia. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi