Melalui Mapel TIK, Sasaran Kelas Ditentukan Sekolah
KABUPATEN – Meski sudah diterapkan di jenjang SMP, namun tidak semua kelas mendapatkan pelajaran koding dan artificial intelligence (AI). Bahkan, sejumlah sekolah baru menerapkan mata pelajaran (mapel) tersebut di kelas tertentu. Seperti di SMPN 1 Sooko. Mapel koding dan AI justru hanya diterapkan bagi siswa kelas VII.
Kepala SMPN 1 Sooko Sutrisno Slamet mengatakan, penerapan mapel koding dan AI sudah diberikan pada siswa sejak tahun ajaran baru 2025/2026 dimulai. ’’Tapi, hanya kelas 7 saja yang mendapat mapel tersebut,’’ bebernya, kemarin (6/10).
Begitu pula di SMPN 1 Gondang. Penerapan mapel koding dan AI juga sudah diterapkan sejak awal tahun ajaran 2025/2026. Bedanya, di lembaga ini hanya siswa kelas 8 dan 9 yang baru menerima pelajaran. ’’Kalau kami penerapannya di kelas 8 dan 9 saja,’’ imbuh Kepala SMPN 1 Gondang Anari.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kabupaten Mojokerto ini menambahkan, di SMPN 1 Gondang pembelajaran koding dan AI tidak disajikan dalam bentuk mapel tersendiri. Melainkan digabung dengan pelajaran teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). ’’Jadi, yang mengajar guru informatika,’’ paparnya.
Dia menegaskan, sesuai arahan pemerintah, kesiapan pembelajaran AI dan koding diserahkan kepada masing-masing daerah. Karena itu, implementasinya, misalnya di Ciamis, masih melekat pada mapel TIK. ’’Kami masih memanfaatkan SDM (sumber daya manusia) yang ada di sekolah untuk sementara waktu. Sehingga, mapel tersebut masih melekat dengan TIK,’’ urai Anari.
Adapun untuk mendukung pembelajaran, para guru telah dibekali materi AI dan koding melalui bimbingan teknis (bimtek). Program tersebut diberikan khusus bagi sekolah penerima bantuan operasional sekolah (BOS) kinerja. ’’Untuk penerima BOS kinerja diwajibkan mengikuti bimtek koding dan AI, karena salah satu fungsinya memang untuk pengembangan kompetensi tersebut di sekolah,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi