MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama 13 hari di SDN Ketapanrame 1, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto difokuskan pada pembiasaan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) kepada 234 siswa.
Kepada 56 siswa baru dikenalkan pengolahan sampah yang baik dan benar agar lingkungan sekolah terjaga kebersihan dan keasriannya.
Lewat pembelajaran berbasis audio visual, siswa baru dikenalkan jenis dan cara pemilihan sampah. Utamanya sampah plastik yang harus disisihkan dan didaur ulang menjadi benda bernilai manfaat.
Mereka juga dibiasakan dengan cuci tangan sebelum masuk ke kelas. Dan yang tak kalah penting adalah membawa bekal makanan sehat untuk dimakan bersama-sama di kelas.
Dan juga membawa botol minum untuk diisi air mineral yang bisa diminum sesuai takaran. ’’Ada lima indikator pembiasaan hidup sehat di sekolah.
Salah satunya membawa bekal sehat, membawa botol minum untuk diisi air mineral gratis di sekolah. Dan juga dikenalkan dengan pengelolaan sampah agar lingkungan bersih dari kotoran yang membahayakan kesehatan,’’ ungkap Kepala Sekolah SDN Ketapanrame 1, Jarmono.
Selain itu, 234 siswa mulai kelas 1 sampai kelas 6 juga diajarkan dengan penanggulangan tindak kekerasan di sekolah.
Seluruh siswa akan mendeklarasikan sikap anti kekerasan pada hari akhir MPLS, Sabtu (27/7). Sikap ini untuk membentuk pionir-pionir penggerak pencegahan tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan. ’’SDN Ketapanrame 1 siap melindungi siswa dari tindak kekerasan,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi