Berhak Melenggang ke Tingkat Provinsi Jatim
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kabupaten Mojokerto akhirnya menentukan dua perenang yang akan tampil di ajang Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sekolah Dasar (SD) 2024 Jawa Timur. Selasa (14/5) keduanya keluar sebagai juara dalam seleksi tingkat kabupaten yang diikuti puluhan atlet di kolam renang Vanda Tirta, Mojosari.
Dua perenang terbaik itu masing-masing, Arganta Fikri El-Azzam dari kategori putra, dan Sifa Kartika Putri dari kategori putri. Arganta merupakan siswa SDN Wateskenongo 2, Kecamatan Pungging. Sedangkan Sifa dari SDN Kutorejo, Kecamatan Kutorejo.
Ketua Panitia O2SN Jenjang SD Cabor Renang Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Shokeh menjelaskan, seleksi diikuti 24 atlet putra dan 23 atlet putri. Mereka berasal dari puluhan lembaga SD dari 16 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. ”Dua kecamatan tidak kirim perwakilan, Pacet dan Kemlagi, karena tidak ada atletnya,” ujar dia.
Dalam seleksi kemarin, atlet turun di enam nomor pertandingan renang dilombakan dalam kategori putra dan putri. Meliputi, gaya bebas 100 meter, gaya kupu 50 meter, gaya dada 100 meter, gaya punggung 50 meter, gaya dada 50 meter, dan gaya bebas 50 meter.
Dari seluruh nomor pertandingan, Arganta dan Sifa mencatatkan nilai terbaik. Keduanya konsisten berada di peringkat tiga besar dengan meraih podium juara pertama di sejumlah nomor pertandingan. Menurut Shokeh, dua pelajar yang keluar sebagai juara ini nantinya akan mewakili Kabupaten Mojokerto di ajang O2SN SD 2024 tingkat Provinsi Jawa Timur.
”Keduanya juara tingkat kabupaten, dan Juni atau Juli nanti mereka akan tampil di tingkat provinsi,” jelasnya sembari menyebut slot setiap perwakilan daerah masing-masing satu atlet putra dan satu atlet putri. Sebelum seleksi tingkat kabupaten, para atlet memang lebih dulu menjalani seleksi di masing-masing kecamatan. Para siswa itu mewakili SD masing-masing demi bersaing di tingkat kecamatan. Setelah itu, dua atlet terbaik melaju ke kabupaten hingga akhirnya terpilih dua yang terbaik kemarin.
Menurut Shokeh, kendati mewakili sekolah, sebagian besar siswa diketahui berlatar belakang atlet renang. Mereka belajar renang dengan bergabung sejumlah klub renang. Seperti Gajah Mada Akuatik Club dan Hayam Wuruk Akuatik Club. ”Jadi anak-anak ini sebenarnya juga banyak yang sudah terlatih di klub,” tandas sekretaris Pengkab Akuatik Indonesia Mojokerto tersebut. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi