Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kalau Beruntung, Bisa Temukan ’’Harta Karun’’

Fendy Hermansyah • Sabtu, 11 Desember 2021 | 15:50 WIB
kalau-beruntung-bisa-temukan-harta-karun
kalau-beruntung-bisa-temukan-harta-karun

BELANJA baju bekas atau thrifting sedang hits di kalangan anak muda. Kata kunci yang membuat rombengan mudah digandrungi yakni barang branded dan harga murah. Hasilnya mudah ditebak, thrift store kian menjamur, pemburunya juga berjibun.


Antusisme itu bisa dilihat dari banyak thrift store yang eksis di media sosial. Tingginya permintaan bahkan membuat tak sedikit penjual pakaian bekas yang berani membuka took offline di berbagai tempat di Kota maupun Kabupaten Mojokerto.


Salah satunya yakni Rahmad Sandryan. Pemilik toko pakaian bekas 4ksecondbrand ini mengaku memulai bisnisnya lima bulan silam. Namun, dua minggu ini, dia memutuskan membuka toko di Jalan Jaya Negara IA, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri ini.


Meskipun terbilang pendatang baru, tokonya kerap diserbu pengunjung. ’’Mereka cari barang yang branded," ujar pria 26 tahun tersebut. Sebagian besar pakaian yang dijualanya adalah jenis outter. Meliputi jaket, hoddie, kemeja flanel, hingga celana. Semuanya barang second itu didatangkan langsung dari luar negeri seperti Korea, Jepang, serta Australia.


Barang-barang itu dibelinya secara roll atau paketan sekarung dari Bekasi. Masing-masing item dipisahkan dari tingkat kondisi dan tentunya merek. Pakaian dengan brand terkenal memiliki harga yang jauh lebih tinggi. Jenis ini pula yang paling laris dicari anak-anak muda.


Bagaimana tidak, dengan harga murah, mereka bisa tampil dengan pakaian bermerek yang original dan dianggap fashionable. Seperti produk kenamaan seperti nike, adidas, dan uniqlo. Rahmad mengaku, pakaian branded yang dijualnya merupakan barang original.


Harga baru pakaian tersebut biasanya lebih dari Rp 600 ribui bahkan tembus hampir Rp 1 juta. Harga bisa jauh lebih murah ketika sudah masuk pasar rombengan. Yakni sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. ’’Gampangnya bisa dapat barang bagus dengan harga yang murah,’’ ujarnya.


Meskipun bekas, dia memastikan semua pakaian ini masih layak pakai. Minusnya masih bisa ditolelir. ’’Kualitasnya 90 persen lebih-lah,’’ klaimnya. Untuk barang di luar kelas brand ternama, harganya dipatok mulai Rp 30 ribu sampai Rp 80 ribu. Semua pakaian yang dijual sudah dicuci bersih menggunakan air panas untuk menghilangkan bakteri.


Hidayat mengumpamakan, berbelanja di thrift store, tak ubahnya jalan-jalan di belantara fashion. Pembeli menang memilih. Seperti tebak berhadiah, kalau beruntung, pembeli bahkan bisa menemukan barang limited edition. ’’Itu harta karunnya,’’ ujar pria asal Lingkungan Kedungkwali, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon ini. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah