Lestarikan Budaya, Dongkrak Wisata, dan Angkat Sejarah

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:50 WIB
CERITA PERJUANGAN: Pementasan teater bertajuk Antara Cinta dan Perintah yang disajikan Komunitas Persada sukses digelar di Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Sabtu (1/8) malam. (Sofan JPRM)
CERITA PERJUANGAN: Pementasan teater bertajuk Antara Cinta dan Perintah yang disajikan Komunitas Persada sukses digelar di Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Sabtu (1/8) malam. (Sofan JPRM) 

Warga Gelar Beragam Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI 

MOJOKERTO RAYA -  Kesiman Trawas Culture Carnival 2026 sukses memukau masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Acara yang diselenggarakan secara swadaya oleh masyarakat dari 13 desa se-Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto ini ditujukan untuk mendongkrak kelas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Sekaligus dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81  Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan, Kesiman Trawas Culture Carnival 2026 tak hanya dirancang untuk menaikkan level pelaku usaha lokal, namun juga sebagai salah satu penarik arus kunjungan wisatawan ke kawasan pegunungan Trawas yang disebutnya merupakan salah satu primadona Kabupaten Mojokerto. 

Hal itu seiring kondisi alamnya yang luar biasa atas pemberian Tuhan Yang Maha Esa. ”Panorama yang indah di kawasan Trawas menjadi poin tak terpisahkan, sehingga harapannya kegiatan ini bisa menjadi magnet wisatan dari berbagai daerah di Jawa Timur, nasional, bahkan mancanegara,” ungkap Gus Bupati. Menurutnya, Trawas Culture Carnival 2026 bisa menjadi wadah atau ajang pelestarian seni dan budaya. ”Kegiatan-kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan sekaligus untuk menjaga dan uri-uri budaya yang ada di Trawas ini,” tegasnya. 

Event dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI ini juga harus dijaga dan dilestarikan di Kecamatan Trawas untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.  

SEMARAK: Kesiman Trawas Culture Carnival 2026 sukses pukau masyarakat dan jadi magnet wisatan dari berbagai kalangan masyarakat di Indonesia, Sabtu (1/8).
SEMARAK: Kesiman Trawas Culture Carnival 2026 sukses pukau masyarakat dan jadi magnet wisatan dari berbagai kalangan masyarakat di Indonesia, Sabtu (1/8).

 

Perjuangan, Cinta, dan Air Mata

Sementara itu, pementasan teater bertajuk Antara Cinta dan Perintah oleh Komunitas Persada sukses digelar di Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Sabtu (1/8) malam. Ditulis oleh Kukun Triyoga dan disutradarai Aisya Madina, pertunjukan ini berhasil memadukan cerita kepahlawanan, romansa, dan luluh lantah hati seorang pejuang saat melakukan perlawanan terhadap penjajah. 

Format pertunjukan sengaja mengambil spirit ludruk yang bercorak egaliter dan kerakyatan, seni tradisi yang menampilkan realitas sehari hari,  benar benar seperti pementasan ludruk, pertunjukan kelompok persada tersebut diawali dengan tari remo sebagai pembuka. 

Naskah Antara Cinta dan Perintah sendiri bukanlah karya yang sepenuhnya baru. Kukun Triyoga menyatakan, bahwa lakon ini merupakan gubahan dari karya terdahulu, yaitu Kunanti Kau di Jogja. Melalui adaptasi naskah ini, Komunitas Persada sengaja menghadirkan patriotisme dalam menyambut bulan kemerdekaan. ”Kita mengawali pementasan dengan tema perjuangan di awal Agustus tahun ini,” ujarnya. (ori/fan/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
HUT 81 RI ekspresi warga angkat sejarah dongkrak wisata warga mojokerto