Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat, Kota Mojokerto Waspada Banjir hingga Puting Beliung

Martda Vadetya • Jumat, 16 Januari 2026 | 05:25 WIB

 

CUACA EKSTREM: Sejumlah pengendara motor menerobos hujan di Jalan A. Yani Kota Mojokerto, kemarin (15/1).
CUACA EKSTREM: Sejumlah pengendara motor menerobos hujan di Jalan A. Yani Kota Mojokerto, kemarin (15/1).
 

KOTA - Potensi cuaca ekstrem di Kota Mojokerto diprakirakan meningkat seiring memasuki masa puncak musim hujan di awal tahun ini. Warga di tiga kecamatan diminta waspada terhadap potensi bencana akibat curah hujan tinggi. 

’’Pemprov Jawa Timur sudah menyampaikan bahwa Kota Mojokerto masuk dalam wilayah waspada menghadapi bencana hidrometrologi basah,’’ ungkap Kalaksa BPBD Kota Mojokerto Ganesh Pressiatantra, kemarin (15/1). 

Hidrometeorologi basah merupakan bencana yang terjadi akibat adanya cuaca ekstrem, seperti hujan deras yang melampaui batas normal. Kategori bencana tersebut mencakup banjir, tanah longsor, hingga puting beliung. Sehingga masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana yang mengiringi peningkatan cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi hingga Februari mendatang. 

’’Dari prakiraan BMKG, potensi cuaca ekstrem ini akibat adanya dinamika atmosfer di sejumlah daerah di Jawa Timur,’’ tandasnya. Sejumlah langkah mitigasi bencana telah dilakukan pemkot. Desember lalu, BPBD Kota Mojokerto memasang satu peranti early warning system (EWS) dari BPBD Jawa Timur di bantaran Kali Sadar belakang kantor DLH Kota Mojokerto, Kelurahan/Kecamatan Kranggan. 

Alat ini berfungsi untuk mencatat serta memberi peringatan dini ketika debit sungai meningkat. Ketinggian debit air nantinya akan dikategorikan pada level waspada, siaga, hingga awas. Sirine EWS bakal berbunyi ketika menyentuh ketinggian maksimal atau level awas. 

Sejumlah rumah pompa yang tersebar di tiga kecamatan pun disiagakan untuk mengantisipasi banjir di kawasan permukiman. Wilayah Kota Mojokerto yang berada di antara aliran Kali Sadar dan Sungai Brantas dianggap berpotensi tinggi dilanda banjir luapan. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Kota Mojokerto #banjir mojokerto #cuaca ekstrem #puting beliung