Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Belasan Tumpukan Limbah B3 Dibuang di Lahan Terbuka

Khudori Aliandu • Senin, 10 November 2025 | 15:35 WIB
DUMPING LIMBAH: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto melakukan penangkapan awal dumping limbah diduga B3 di Desa Bangun, Kecamatan Pungging.
DUMPING LIMBAH: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto melakukan penangkapan awal dumping limbah diduga B3 di Desa Bangun, Kecamatan Pungging.

Diduga Jenis Abu Alumunium, Keluarkan Bau Menyengat

KABUPATEN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto tengah menelusuri pembuang belasan tumpukan limbah diduga B3 di lahan terbuka di Desa Bangun, Kecamatan Pungging. Hari ini, dinas terkait bakal melakukan rapat koordinasi (rakor) untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas timbunan limbah jenis abu aluminium yang diduga berasal dari wilayah Jombang tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, membenarkan atas dumping limbah yang terjadi di wilayah Kecamatan Pungging. Timnya juga sudah turun ke lokasi bersama satpol PP dan pihak terkait. Termasuk pemangku wilayah. ’’Sebagai tindak lanjut besok Senin (hari ini), kami akan melakukan rakor bersama pihak terkait untuk menelusuri dan mencari orang yang bertanggung jawab atas dumping limbah ini,’’ ungkapnya.

Banyaknya tumpukan limbah dalam kemasan karung itu membuat DLH juga gerak cepat. Sebagai penanganan awal, gunungan limbah yang tercecer di sejumlah tempat tersebut langsung ditutup menggunakan terpal berikut dipasang garis pengawasan PPLH. ’’Kita hitung ada sekitar 14 tumpukan limbah. Dugaan awal ini limbah B3 jenis abu alumunium dari Sumombito, Jombang,’’ tegasnya.

Menurutnya, DLH juga berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mengurangi dampak lingkungan. Salah satunya mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi karena memang membahayakan bagi kesehatan. ’’Makanya, kami bersama satpol PP bergerak cepat menutup tumpukan limbah itu dengan terpal dan plastik agar bau yang ditimbulkan juga tidak sampai ke pemukiman warga,’’ tandasnya.

Limbah yang dibuang di lahan terbuka itu, menimbulkan bau tak sedap dan menyengat yang dikhawatirkan sangat berdampak pada kesehatan warga. ’’Dugaan ini kan limbah B3, jadi cukup berbahaya kalau dihirup manusia,’’ jelasnya.

Sebagai penangan lebih lanjut, DLH juga berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Jombang, DLH Provinsi Jatim dan kepolisian. Selain melakukan penanganan, sekaligus mengungkap siapa dibalik dumpling limbah tersebut. Termasuk tindak lanjut pengambilan sampel untuk dilakukan uji laboratorium di hari berikutnya. ’’Dugaan awal, limbah-limbah ini dibuang saat malam hari, karena memang kondisinya jauh dari jalan raya. Kami juga akan mengambil sampel untuk diuji lab,’’ papar Rachmat Suharyono. (ori/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#DESA BANGUN #limbah b3 #dlh kabupaten mojokerto #pungging mojokerto #LIMBAH B3 CEMARI PEKARANGAN