Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penjualan Hewan Kurban di Mojokerto Mulai Menggeliat, Cegah Penyakit, Kandang Rutin Disemprot Disinfektan

Farisma Romawan • Senin, 12 Mei 2025 | 15:10 WIB
MENINGKAT: Peternak kambing asal Mojoanyar, Decka Vertian Ginanjar, kebanjiran order jelang hari raya Idul Adha.
MENINGKAT: Peternak kambing asal Mojoanyar, Decka Vertian Ginanjar, kebanjiran order jelang hari raya Idul Adha.

KABUPATEN - Hari raya Iduladha masih sebulan lagi, penjualan hewan kurban di Mojokerto mulai meningkat. Sejumlah peternak mulai kebanjiran order dari para tengkulak yang siap menjajakan hewan kurban kepada para dermawan. Decka Vertian Ginanjar salah satunya. Peternak asal Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar ini ramai didatangi pembeli sejak awal Mei lalu.

Hingga saat ini, tak kurang dari 25 ekor kambingnya telah laku terjual. Dua jenis kambing paling laris diserbu pembeli, yakni Peranakan Etawa (PE) dan domba Texel atau gibas. ’’Sudah ada lonjakan, sampai hari ini sudah laku 25 ekor. Biasanya mendekati Idul Adha pesanan lebih ramai lagi,’’ terangnya. Selain dua jenis itu, pria 36 tahun ini juga membudidayakan 4 jenis kambing dan domba lain yang cocok untuk kurban, yakni kambing Jawa Randu serta kambing Senduro. 

Di lahan peternakannya seluas seribu meter persegi itu, suami Azizah Agustin ini mampu mengembangbiakkan hingga 300 ekor kambing dan domba. Perawatannya pun mudah, yakni cukup diberi pakan dua kali sehari, yaitu pagi pukul 07.00 dan sore pukul 16.00. Pakannya berupa campuran rumput pakchong dan rumput biasa, ampas tahu, polar atau limbah gandum, serta indigofera. 

Selain pakan, kandang juga rutin disemprot cairan disinfektan untuk mencegah penyakit. Di musim Idul Adha seperti ini, Decka juga menambah stok kambing dan domba jantan dari luar daerah untuk memenuhi tingginya permintaan. ’’Yang paling banyak laku jenis kambing PE karena posturnya lebih tinggi, jenjang, dan bulunya juga menarik. Kami menambah stok dari Lumajang,’’ ungkapnya. 

Untuk harga, bapak empat anak ini mematok dengan nominal yang bervariasi berdasarkan ukuran, tampilan bodi, dan warna bulu. Seperti domba gibas untuk kurban yang dibanderol Rp 1,8 sampai 2,7 juta per ekor. Lalu kambing Jawa Randu senilai Rp 2,7 hingga 3,2 juta per ekor dan kambing PE seharga Rp 3 sampai 4,8 juta per ekor. 

Berkaca dari Idul Adha tahun lalu, Decka mampu menjual lebih dari 170 ekor untuk kurban dengan omzet sekitar Rp 400 juta dalam sebulan. Sedangkan untuk bulan-bulan normal, rata-rata pemasukannya mencapai Rp 30 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp 7 juta. ’’Harapannya Iduladha tahun ini lebih tinggi, bisa laku 250 sampai 300 ekor,’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#idul adha #mojoanyar #penjualan hewan kurban #peternak kambing dan domba