Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Buka Opsi Bangun Tanggul Kali Lamong di Mojokerto

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 14 April 2025 | 14:40 WIB

 

RAWAN MELUAP: Kondisi aliran anak Kali Lamong di area Jembatan Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, yang menjadi titik banjir langganan, kemarin.
RAWAN MELUAP: Kondisi aliran anak Kali Lamong di area Jembatan Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, yang menjadi titik banjir langganan, kemarin.

Warga Usulkan Normalisasi

 DAWARBLANDONG - Sejumlah langkah pengendalian banjir luapan Kali Lamong di Kecamatan Dawarblandong mulai dirancang. Khususnya di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, yang tahun ini terdampak paling parah. Pembuatan tanggul dan normalisasi anak sungai menjadi opsi solusi penanganan banjir di wilayah tersebut.

Penanganan banjir bakal dilakukan melalui koordinasi antara Pemkab Mojokerto dengan BBWS Bengawan Solo selaku pengelola Kali Lamong dan Pemdes Pulorejo. Kabid Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman menyatakan, banjir luapan terjadi karena sungai sudah tak mampu menampung debit air. Sedimentasi dan longsoran tebing membuat aliran sungai dangkal.

Guna mencegah air meluap ke permukiman lewat anak sungai, aliran Kali Lamong di Dusun Klanting perlu dibangun tanggul. ’’Setelah kami cek, sebenarnya kapasitas utama (sungai) yang diperlukan, sekarang kan masalahnya air naik ke atas (meluap), jadi butuh tanggul sebenarnya,’’ tutur Rois.

Langkah pembuatan tanggul ini seperti yang dilakukan di Dusun Balong, Desa Banyulegi, beberapa tahun lalu. Kampung yang sudah 20 tahun lebih langganan banjir itu kini tak terendam lagi karena luapan sungai bisa ditangkal.

Di sisi lain, warga juga berharap aliran anak Kali Lamong yang melintasi permukiman dikeruk. Aliran sungai ini mengalir dari area persawahan di tengah Desa Pulorejo dan bermuara di Kali Lamong. Titik aliran sungai yang berada di bawah Jembatan Klanting selama ini menjadi sumber titik paling rawan meluap. Warga menyebut kondisi anak Kali Lamong ini sudah dangkal sehingga perlu dinormalisasi.

Terkait permintaan tersebut, Rois menyatakan pihaknya bakal berkomunikasi lagi dengan BBWS selaku pengelola sungai dan Pemdes Pulorejo. Hal ini untuk menentukan langkah mana yang lebih signifikan dan harus didahulukan dalam mengendalikan banjir. Terlebih pemkab perlu izin dari BBWS karena tak memiliki kewenanganan mengeruk Kali Lamong dan aliran anaknya.

’’Habis musim hujan ini kami komunikasikan, bagaimana solusi terbaiknya. Dan, nanti kalau memang sudah ada langkah yang paling tepat dan perlu dinilai prioritas sehingga kami yang diminta BBWS melaksanakan penanganan ya akan kami laksanakan,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#luapan sungai #normalisasi aliran sungai #dawarblandong mojokerto #kali lamong #pengendalian banjir