Patirtan peninggalan raja Kahuripan, Airlangga tersebut dipenuhi ratusan umat dari berbagai daerah seperti Mojokerto, Sidoarjo, hingga Pasuruan.
Acara dimulai pukul 08.30. Ratusan umat mengikuti prosesi peribadatan di depan altar candi dengan penuh khidmat.
Setelah dikirab, puluhan jumpana diletakkan tepat di bibir candi.
Persembahyangan berjalan kurang lebih dua jam. Usai semadi, ratusan umat meninggalkan tempat dengan terlebih dahulu membersihkan sampah di lokasi candi.
I Gede Diun, salah satu panitia penyelenggara mengatakan, upacara Melasti bertujuan mempersiapkan menuju tapa brata penyepian yang jatuh pada hari Senin (11/3) mendatang.
Bertepatan dengan tahun baru Saka 1946, umat Hindu melakukan prosesi Melasti atau penyucian diri. Pihaknya juga berpesan untuk terus menjaga harmoni kerukunan antar umat beragama.
’’Pasca pemilu saat ini semoga semua umat rukun dan hidup dalam harmoni kebersamaan,’’ ucapnya. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah