Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ketua KONI Kabupaten Mojokerto Suher Didieanto Tak Ingin Asal-asalan untuk Olahraga

Martda Vadetya • Minggu, 3 Maret 2024 | 20:18 WIB

Ketua KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto.
Ketua KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto.
MEMEGANG tampuk kepemimpinan KONI Kabupaten Mojokerto sejak 2019, Suher Didieanto tak ingin setengah-setengah menata dunia olahraga.

Totalitasnya dalam memimpin puluhan cabang olahraga (cabor) mulai membuahkan hasil.

Salah satunya dengan memborong 95 medali dan membawa Kabupaten Mojokerto masuk 10 besar saat menjadi tuan rumah Porprov VIII Jatim 2023.

Ajang bergengsi dua tahunan tersebut seolah menjadi bukti jika daerah 18 kecamatan memiliki potensi di ranah olahraga prestasi.

Sebanyak 538 kontingen Kabupaten Mojokerto yang dikerahkan mendulang prestasi sebagai salah satu tuan rumah pun mampu menjawab keraguan.

Dari 44 cabor yang diikuti, para atlet andalan berhasil memborong 16 medali emas 38 perak dan 41 perunggu. Hingga membawa Kabupaten Mojokerto finish di peringkat 9 dengan total poin 181.

”Keberhasilan di porprov (2023) kemarin juga berkat keseriusan para pengurus maupun pelatih. Sehingga, konsep maupun instruksi yang diberikan bisa dijalankan dengan baik dan hasilnya maksimal,” ungkap Suher.

Torehan prestasi tersebut bukan tanpa dasar. Terlebih, Kabupaten Mojokerto hanya mampu membawa pulang 6 medali emas 7 perak dan 23 perunggu dalam gelaran Porprov VII Jatim 2022.

Artinya, raihan prestasi yang diperoleh meroket berkali-kali lipat saat mengarungi Porprov VIII.

”Karena memang kami sudah memetakan, merancang konsep dan mengawali training center (TC) dengan serius. Bagi saya pribadi, setelah diamanahi (sebagai ketua KONI 2019-2024) saya tidak mau asal-asalan. Apalagi ini menyangkut kepercayaan,” beber pria 50 tahun ini.

Betapa tidak, prinsip yang diusung tersebut ditelurkan dalam berbagai hal. Terlebih, soal prestasi olahraga. Salah satu inovasinya, menggandeng Perkumpulan Pelatih Fisik Indonesia (PPFI) Jatim sebagai konsultan untuk menilai kinerja TC di gelaran Porprov VIII lalu.

Disamping itu, secara bertahap Suher turut menata internal KONI untuk mewujudkan komitmen bersama membangun ekosistem dunia olahraga yang lebih baik.

”Tentunya untuk merealisasikan visi itu kami tidak bisa jalan sendiri. Untuk itu kami akan terus berkolaborasi dengan baik bersama Pemkab,” tambah bos Bendo Sport ini.

Suher menyebut, kini pihaknya berupaya kembali mengulang keberhasilan tersebut di edisi Porprov IX Jatim 2025 nanti.

Bahkan, untuk melampaui prestasi tahun lalu KONI telah menyusun konsep program TC yang optimal.

Apalagi, menurut ayah dua anak ini, prestasi merupakan kunci dari pembangunan olahraga di Kabupaten Mojokerto.

”Untuk porprov tahun depan (2025) kami akan maksimalkan untuk mengawali TC walaupun 80 persen dari atlet kita tahun lalu (2023) masih bisa dipakai lagi. Untuk konsep TC-nya ini sedang kami susun dan rapatkan lagi supaya capaiannya bisa maksimal,” tandas mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto periode 2014-2019 ini. (vad/ron)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten #mojokerto #koni