Angka ini untuk pembangunan infrastruktur masjid, gereja, musala, hingga taman pendidikan alquran (TPQ).
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Mojokerto Nunuk Djatmiko, mengatakan, jika infrastruktur keagamaan di Kabupaten Mojokerto masih tetap menjadi fokus pemerintahan tahun ini.
Buktinya, pemda memberikan porsi anggaran jumbo untuk mendukung kegiatan keagamaan di bumi Majapahit ini.
’’Tahun ini dana hibah untuk infrastruktur keagamaan masih tinggi sebesar Rp 20,557 miliar,’’ ungkapnya.
Kendati begitu, plotingnya menurun dari tahun lalu sebesar Rp 30,7 miliar. Terbagi Rp 28,4 miliar pada APBD induk dan Rp 2,3 miliar pada P-APBD dengan sasaran perbaikan infrastruktur pada 234 lembaga keagamaan.
’’Kalau melihat angka memang hibah tahun ini turun jika dibandingkan 2023 sebesar Rp 30 miliar atau ada selisih Rp 10 miliar lebih. Tapi ini kan masih di APBD induk,’’ tegasnya.
Sesuai data, sebesar Rp 20,557 miliar yang sudah diploting menyasar 181 lembaga.
Paling banyak untuk masjid capai 53 lembaga, disusul 49 musala, 38 lembaga TPQ, 20 pondok pesantren, 10 yayasan, 7 lembaga madin, baznas dan gereja.
Sementara untuk nilainya paling besar capai Rp 800 juta untuk Yayasan Darussa’adah, di Kecamatan Gedeg, disusul Rp 495 juta untuk Ponpes Roudlotul Hidayah di Kecamatan Trowulan.
Lalu, TPQ Ar Ridho Rp 367 juta, TPQ Baitul Mustofa Rp 350 juta, masing-masing di Kecamatan Dawarblandong.
’’Lainnya rata-rata nilainya sebesar Rp 300 juta ke bawah. Paling kecil dapat Rp 50 juta tiap lembaga,’’ paparnya.
Menurutnya, memberikan prioitas pada lembaga keagamaan ini tak lain menjadi komitmen pemda dalam mendukung kegiatan umat beragama yang tersebar di 18 kecamatan.
Penggunaannya juga bervariatif. Mulai perbaikan sarana ibadah yang mengalami rusak ringan ataupun berat.
Termasuk, juga membangun gedung baru yang disesuaikan dengan besasaran hibah yang disalurkan.
’’Yang jelas hibah ini menjadi komitmen ibu bupati dalam mendukung kegiatan kagamaan, melalui penguatan infrastrukturnya,’’ tegasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah