Fluktuasi harga bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya terpantau masih stabil. Hanya komoditas cabai yang relatif tinggi sehingga dilakukan upaya stabilisasi harga melalui operasi pasar.
Sidak dilakukan bersama tim gabungan dari jajaran Forkopimda, Bulog Cabang Surabaya Selatan, serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto.
Pasar Tradisional Prajurit Kulon dan Pasar Tanjung Anyar menjadi sasaran pemantauan harga beberapa komoditas bahan pangan.
"Kita ingin melihat langsung potensi kenaikan harga yang ada di lapangan," ungkapnya di sela kegiatan sidak tadi pagi.
Dari hasil pemantauan langsung di pasar, jelas Ali Kuncoro, pergerakan harga bahan pangan masih dalam batas wajar. Tidak ada yang mengalami kenaikan harga yang signifikan menjelang momen Nataru.
"Indeks perubahan harga di Kota Mojokerto per hari ini terkonfirmasi hanya sekitar 1,83 persen. Rata-rata masih stabil, baik beras maupun sembako lainnya," tuturnya.
Hanya saja, sebut dia, komoditas cabai yang belakangan masih bertahan dengan banderol harga tinggi. Baik pada jenis cabai keriting, cabai merah, dan cabai rawit.
"Harganya masih di angka Rp 70 ribu sampai Rp 75 ribu per kilogram (kg)," tandas pejabat yang juga Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jatim ini.
Namun, sebut dia, mahalnya harga cabai telah mendapat atensi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dan, dalam waktu dekat diperkirakan akan mengalami penurunan yang signifikan seiring akan memasuki masa panen raya di daerah-daerah penghasil.
Sebagai upaya stabilisasi harga, Pemkot Mojokerto telah menggelar operasi pasar yang digulirkan sejak Selasa (19/12) sampai dengan Jumat (22/12).
Dalam kesempatan itu, Pj wali kota juga meninjau langsung pasar murah di dua pasar tradisional tersebut.
Selain bahan pokok yang disuplai dari bulog, masyarakat juga bisa mendapatkan komoditas pangan lainnya seperto cabai, bawang merah dan bawang putih.
Di samping itu, pengendalian harga juga dilalukan mrlalui rumah pangan kita (RPK) dan Pracangan TPID.
"Kita kolabs bersama bulog dengan LPM (lembaga pemberdayaan masyarakat) dan kita targetkan sampai dengan februari akan ada 26 titik. Kita harapkan, ketika ada kenaikan harga, kita bisa melakukan intervensi lewat Pracangan TPID," pungkasnya.
Sidak pemantauan harga juga dilakukan di toko modern Sanrio di Jalan Bhayangkara. Berikutnya, Pj Wali Kota Mojokerto juga meresmikan Pracangan TPID KPRI Trimadya di Jalan Empunala, Kelurahan Balongsari. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah