Hal itu diungkapkan Direktur PT Indonesia Indicator, Gani Kartiwa Adiwisastra, saat Workshop peningkatan Peran Media sebagai Mitra Pemerintah Daerah di Lynn Hotel Yogyakarta, Rabu (10/11) malam. Disebutnya, ekspos pemberitaan Bupati Mojokerto menempati urutan kelima dari 38 kepala daerah se-Jawa Timur. Total Pemberitaan dari 1 Januari sampai 31 31 Oktober 2022 ada sebanyak 5.957 berita. Posisinya berada di bawah Eri Cahyadi, Ahmad Mudhlor, Sutiaji, dan Ipuk Fiestiandani.
’’Begitu juga dengan pemberitaan paling top di seluruh daerah Jawa Timur. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati ini masuk tujuh besar. Dan pemberitaan yang paling tinggi di Kabupaten Mojokerto terkait stunting. Itu terkait berita seksi yang ada di Kabupaten Mojokerto,’’ tegasnya.
Benar saja, sesuai data isu stunting terhitung capai 22 persen, disusul antisipasi bencana alam 18 persen, nota penjelasan Raperda APBD 2023, 11 persen, dan masing-masing 9 persen terkait Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke 729, strategi ketahanan pangan, dan MajaFest. Sedangkan, peringatan HUT RI 7 persen, penanganan wabah PMK 6 persen, Pilkades serentak 5 persen serta operasi pasar 4 persen. Dengan total keseluruhan yang diberikan media Mojokerto sebanyak 1.069 berita.
''Jika terkait sentimen pemberitaan, selama ini tergolong sedikit pemberitaan negatif di Mojokerto atau hanya 6 persen, netral 36 persen, dan kategori positif capai 58 persen,'' tegasnya.
Menurutnya, sepanjang 2022, berita sentimen yang cukup populer di antaranya, wabah PMK merebak, warga serasa diracun, desak pemkab tegas atas bau limbah PT Enero, Perbaikan Jembatan Talunbrak Gagal, demo kenaikan BBM, Ratusan aset Pemkab Mojokerto masih terbelit sengketa, hingga progres pembangunan RTH Amburadul, serta terkait kerusakan lingkungan atas aktivitas galian C.
’’Saya mengingatkan, ada tiga tantangan yang dihadapi media. Yakni, mengelola persepsi, management issue. Pemberitaan yang diangkat harus menjadi perhatian publik, punya dampak dan berpengaruh besar terhadap publik, variatif hingga positif buat pemda Mojokerto. Selanjutnya ada pengemasan informasi dan framing serta manajemen media,'' bebernya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, menegaskan, karena pentingnya peran media dalam mempengaruhi persepsi masyarakat, pihaknya mengajak para media mempererat sinergitas di setiap program yang digagas Pemkab Mojokerto untuk kepentingan pembangunan. Termasuk, menjadi jembatan aspirasi masyarakat.
’’Kami butuh media untuk bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah Kabupaten Mojokerto betul-betul bekerja dan kami butuh kalian bisa menyampaikan kepada kami apa-apa sebetulnya yang masih dirasakan kurangnya oleh masyarakat dan harus segera kita perbaiki,’’ ungkapnya.
Salah satunya yang terbaru, lanjut Ikfina, terkait pemberitaan bau tak sedap yang ditimbulkan pabrik pengelolaan bulu ayam menjadi pakan ternak di Kecamatan Jetis. Dugaan pencemaran lingkungan yang membuat warga tak nyaman itu tentu menjadi masukan pemerintah yang apik untuk segera ditindaklanjuti.
’’Ada berita itu, langsung saya kirimkan kepada Kepala DLH, Pak Zaqqi, itu menjadi masukan pemda. Saya minta agresif, karena kenapa, ini perusahaan swasta yang harus punya tanggung jawab kepada masyarakat, tidak hanya produksi. Berita-berita seperti itu, menjadi masukan bagi pemerintah untuk segera bertindak, sehingga ini memunculkan kesan jika media itu juga ikut dalam membangun,’’ paparnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah