KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Ratusan calon jamaah haji (CJH) yang dinyatakan positif Covid-19, akan menjalani karantina selama lima hari dan jadwal keberangkatannya digeser ke kloter lain.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Agus Dwi Cahyono. Mantan Kepala Puskesmas Pungging ini menuturkan, pelaksanaan tes PCR bagi 767 CJH dilakukan sehari jelang keberangkatan. Adapun, keberangkatan kloter pertama yang akan diberangkatkan ke asrama haji dijadwalkan pada tanggal 23 Juni nanti. ”Kita sudah koordinasi dengan Kemenag. Pemeriksaan H-1 sebelum berangkat,” ujarnya. Pemeriksaan tes PCR dilakukan di Labkesda Kabupaten secara gratis.
Kemudian, Agus menuturkan, jika dari hasil pemeriksaan ditemukan CJH yang positif, maka wajib menjalani isolasi selama lima hari. Lalu, akan dilakukan pemeriksaan tes swab PCR ulang, kemudian persetujuan keberangkatan akan dikoordinasikan dengan Kemenag. ”Sebab, keberangkatan haji bagi mereka yang sempat dinyatakan positif akan diatur Kemenag untuk berangkat di kloter atau rombongan lain. Jadi, prosedur bagi mereka yang positif tetap dijalankan sesuai protap Covid-19,” paparnya.
Adapun, CJH yang terkonfirmasi positif Covid-19 diwajibkan menjalani karantina mandiri di rumah dengan pengawasan dari petugas puskesmas masing-masing.
Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto M. Zainut Tamam menambahkan, pemeriksaan tes PCR ini berlaku selama 3x24 jam. ”Harus dikarantina di daerah kalau positif. Makanya, ini kita wanti-wanti agar para CJH menjaga prokes jelang keberangkatan. Nanti, saat di asrama haji kemungkinan mereka juga bakal dapat pemeriksaan PCR ulang,” katanya.
Lebih lanjut, Tamam menuturkan, mereka yang dinyatakan positif, untuk keberangkatannya akan diatur ulang. Sebab, jadwalnya tergeser akibat harus menjalani masa isolasi sampai hasil tes PCR dinyatakan negatif. ”Ini juga untuk meminimalisir penyebaran, nanti kita atur ulang keberangkatan mereka (yang positif) dengan cara diikutkan ke kloter lain. Kita lihat saja dulu yang kloter satu dan dua ini nanti,” paparnya.
Sebelumnya, ratusan CJH di Kabupaten Mojokerto, masih menerima vaksin Covid-19 dosis dua saja. Sehingga, sebelum beranjak ke tanah suci, mereka harus menjalani tes PCR. Dari 767 jamaah yang bakal berangkat tahun ini, terdapat dua orang yang belum menerima vaksin dosis kedua. Kedua CJH ini dijadwalkan mendapat vaksinasi dosis dua pada 2-3 Juni nanti. Sementara, 355 CJH lolos dari tes PCR lantaran sudah menerima vaksin booster. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah