Kesan angker jembatan ini tak lepas dari keberadaan Gunung Kendil. Sebuah dataran tinggi sekitar jalan yang disakralkan sebagai tempat moksanya sejumlah tokoh. Cerita mistis di jembatan tersebut telah dipercaya masyarakat luas.
Paidi, warga yang sering melintas di kawasan hutan jati Kemlagi menceritakan, membunyikan klakson sudah menjadi kebiasaan dirinya ketika melintasi jembatan. Menurutnya, ritual yang dipercaya banyak pengguna jalan itu berkaitan dengan banyaknya kejadian kecelakaan di lokasi tersebut. ”Sering sekali truk masuk jurang di situ,” tutur warga Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong ini.
Bunyi klakson seperti ungkapan permisi kepada makhluk penunggu jembatan. Diharapkan mereka bisa melintas tanpa aral. Oleh banyak orang, cara ini merupakan sebatas ritual sebagai bentuk doa meminta keselamatan kepada Sang Pencipta.
Disebutnya, kejadian nahas itu dialami pengguna jalan saat sedang menanjak maupun turun. Mayoritas menimpa truk. Tak jarang, kendaraan ini terjun ke jurang atau terguling lantaran tidak kuat menanjak. Selain karena memang kondisi tanjakan yang memanjang, lokasi tersebut konon dijaga siluman.
Paidi mengaku kerap mendapat kisah siluman babi hutan yang menyeberang di jembatan. ”Katanya babi berukuran besar,” ucapnya. Penampakan celeng itu diceritakan sering berseliweran dan mengganggu pengguna jalan. Selain penampakan hewan jadi-jadian, dirinya juga mendapat cerita tentang penampakan sosok kuntilanak. ”Jembatannya kan di bawahnya Gunung Kendil itu. Nah, di situ ada perempuannya juga,” beber dia.
Kepercayaan yang berkembang di masyarakat, kawasan jembatan ini memang menjadi lokasi paling angker di sepanjang jalur penghubung Kemlagi-Lamongan yang melintasi hutan tersebut. Hal ini, diungkapkan Paidi terkait dengan keberadaan Gunung Kendil yang menjadi tempat orang moksa. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah