Memilih tempat bukber kerap menimbulkan kegalauan tersendiri. Antara memilih tempat yang estetik untuk konten media sosial atau sekadar asal nyaman untuk makan bareng-bareng.
HAL itulah yang dialami Yudhistira. Pemuda asal Kota Mojokerto ini dipasrahi teman seangkatan semasa sekolahnya untuk melaksanakan bukber pada pekan terakhir sebelum Lebaran. Dengan perkiraan jumlah peserta lebih dari 30 orang, dirinya harus mencari tempat yang pas untuk acara santap berbuka sekaligus reuni akbar tersebut. ’’Masih pusing sekarang,’’ ujar pria 28 tahun itu disambung tawa.
Sebagai referensi, Yudhi telah mengumpulkan sejumlah tempat yang dianggapnya cocok. Beberapa restoran dan kafe di Mojokerto jadi pilihan. Tentu, dirinya tak memasukkan warung makan pinggir jalan atau warteg dalam daftar voting. ’’Karena orangnya banyak, kita mengutamakan tempat yang luas,’’ imbuh karyawan swasta itu.
Beberapa tempat yang disodorkannya telah menjadi pilihan calon peserta bukber. Di antaranya kafe dengan halaman terbuka yang jembar serta rumah makan kenamaan. ’’Kalau yang kafe ada pilihan indoor dan outdoor dengan atap penutup yang aman saat hujan, kalau rumah makan ada yang lesehan dan duduk kursi biasa,’’ rincinya.
Sedetail itu Yudhi harus mengatur acara yang mungkin saja hanya berlangsung beberapa jam tersebut. Namun demikian, dirinya berusaha semaksimal mungkin agar pertemuan setahun sekali antar-alumnus ini menjadi berkesan. ’’Setidaknya nggak mengecewakan, ya,’’ tuturnya.
Menurut dia, sejauh ini mayoritas peserta memiliki halaman outdoor kafe sebagai destinasi bukber. Selain dianggap lebih estetik dan kekinian, tempat ini kemungkinan tak seramai rumah makan yang umumnya jadi jujugan menggelar bukber. ’’Teman-teman pastinya juga butuh foto bersama, terus bikin konten video dan macam-macam, jadi kafe sepertinya lebih representatif,’’ tandas dia.
Nadya, remaja asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, akhir-akhir juga memiliki kesibukan yang sama dengan Yudhi. Dia jadi ’’vendor’’ acara bukber untuk pekan depan. Hanya saja, peserta yang dia handle hanya terdiri dari teman main se-circle. ’’Tidak banyak, paling lima orang. Kita sih pilihnya yang di rooftop kafe begitu,’’ ujarnya sambil menyebut sudah memiliki pilihan favorit.
Selain karena tempatnya yang bagus untuk foto-foto, Nadya dkk memilih kafe tersebut karena ada promo paket bukber. Diskon itu membuatnya semakin tertarik untuk menghabiskan waktu buka puasa bersama teman-teman sambil bercengkerama riang. ’’Kita suka dengan vibes-nya,’’ kata mahasiswi semester dua tersebut. (adi)
Editor : Fendy Hermansyah