JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tahukah kamu kenapa cara pengucapan Bahasa Inggris berbeda-beda tergantung wilayahnya?
Fenomena ini dikenal dengan sebutan accent atau aksen. Bahasa Inggris dikenal sebagai Bahasa Internasional yang dipakai di berbagai negara.
Dilansir dari WorldAtlas, aksen sendiri merupakan gaya pengucapan (logat) seseorang ketika sedang berbicara. Biasanya, aksen ini juga lekat bagaimana orang tersebut menempatkan penekanan di setiap kata yang mereka ucapkan.
Baca Juga: SDN Kranggan 1 Rutin Jaga Semangat dan Tradisi Berprestasi
Contohnya yang kita ketahui, aksen bisa dibilang seperti gaya ngomong orang Jawa yang kental dan medhok, atau aksen orang Batak yang terdengar tegas bahkan sering dikira sedang marah-marah.
Bahasa Inggris mempunyai banyak aksen karena berkembang di banyak negara dengan latar belakang budaya dan Bahasa lokal yang beragam.
Aksen juga muncul karena proses sejarah kolonisasi dan migrasi yang tersebar luas, di mana banyak pendatang dari Inggris yang membawa dialek mereka ke berbagai wilayah, termasuk Amerika yang seiring waktu mengalami isolasi serta kontak dengan bahasa lain.
Contohnya British English cenderung terdengar lebih formal dan spesifik, sedangkan American English lebih terdengar cepat dan praktis.
Di sisi lain, ada Australian English yang terkenal dengan intonasi bicaranya yang unik, dan terkadang membuat setiap kata terdengar berbeda dari kedua aksen sebelumnya.
Selain tiga aksen populer tersebut, ada beberapa aksen lainnya yang sering juga digunakan. Diantaranya seperti Indian English, Singapore English (Singlish), hingga Nigerian English.
Beberapa aksen yang berbeda ini menunjukkan bagaimana Bahasa bisa beradaptasi dengan lingkungan sosial, politik, dan budaya di suatu tempat.
Satu hal menarik, meski Bahasa Inggris memiliki banyak aksen, semua tetap dianggap sebagai 1 bahasa, yaitu Bahasa Inggris.
Selain faktor sejarah dan budaya, aksen dalam Bahasa Inggris juga dipengaruhi oleh faktor media dan pendidikan. Misalnya, aksen Amerika banyak dikenal karena dominasi film Hollywood dan musik pop dunia.
Sebaliknya, aksen Inggris sering dianggap lebih “klasik” karena warisan literatur dan sistem pendidikan mereka.
Hal ini membuktikan bahwa komunikasi tidak selalu soal benar atau salah, tetapi soal bagaimana kita bisa saling memahami satu sama lain.
Mempelajari Bahasa Inggris tidak hanya sebatas tata Bahasa (grammar) dan kosakata (vocabulary), tetapi juga bagaimana Bahasa tersebut hidup dan berubah sesuai dengan masyarakat yang menggunakannya.
Natasia Reyna
Editor : Imron Arlado