Jawa Pos Radar Mojokerto - Bagi para gen kekinian atau gen Z, pasti sudah tidak asing dengan istilah ‘Fear of Missing Out’ atau FOMO. FOMO adalah istilah bagi mereka yang tidak ingin ketinggalan trend atau takut ketinggalan sesuatu.
Tetapi, pernahkah kalian mendengar istilah FOBO? FOBO adalah singkatan dari Fear of Better Options. FOBO membuat seseorang berperilaku menjadi yang terburuk dan menghabiskan pola pikir seseorang.
Ternyata, FOBO lebih berbahaya dibandingkan dengan FOMO. FOBO adalah perilaku yang membuat seseorang tidak bisa memutuskan hal yang paling sederhana.
Pengertian Tentang Istilah FOBO
Dalam era digital sekarang, generasi Z diberi kebebasan untuk memilih dalam hal apapun. Tetapi, dengan banyaknya kebebasan tersebut, banyak orang yang masih kesulitan bahan tidak mengambil keputusan tersebut.
Istilah tersebut adalah FOBO atau Fear of Better Options yang memiliki arti ketakutan ada pilihan yang lebih baik. Istilah FOBO digunakan saat menggambarkan kecemasan seseorang dalam mengambil keputusan karena merasa di luar sana pasti ada pilihan yang lebih baik.
FOBO sering dialami oleh generasi Z yang hidupnya selalu dikelilingi oleh dunia digital atau media sosial.
Menurut McGinnis, FOBO adalah mekanisme penanggulangan yang terjadi pada manusia untuk menutupi rasa takut dalam dirinya sendiri sebelum mengambil keputusan yang salah.
Tetapi, kehidupan seorang FOBO tidak hanya menyebabkan ketidakpuasan dalam dirinya sendiri, tetapi orang-orang disekitarnya juga dapat merasakan hal tersebut, mulai dari teman, pacar, hingga keluarga.
FOBO dapat membuat seseorang ragu dan sering menunda-nunda keputusan untuk hal-hal sederhana. Selain itu, dalam pengambilan keputusan, FOBO akan mudah lelah karena pengambilan keputusan tersebut atau decision fatigue.
Lalu, apa tanda-tanda seseorang sedang mengalami FOBO?
Tanda-Tanda Seseorang Mengalami FOBO
Terdapat beberapa tanda-tanda sederhana bagi mereka yang mengalami FOBO, diantaranya adalah:
1. Selalu Berada di Zona Nyaman
Wajar jika memiliki rutinitas sehari-hari yang sama setiap harinya. Terkadang kita terbiasa melakukan sesuatu hal sehingga takut untuk mencoba hal lainnya karena takut terganggu oleh suatu hal.
Meskipun zona nyaman dapat membuat kehidupan seseorang stabil, tetapi terus berjalan dalam zona nyaman dapat menghambat proses produktivitas dan pertumbuhan seseorang. Mereka harus keluar dari zona nyaman agar tidak menjadi seseorang berkepribadian FOBO.
2. Selalu Memilih Pilihan yang Aman
Tanda yang kedua adalah selalu memilih pilihan yang aman, dan tidak berusaha berpikir out of the box. Mereka mencoba untuk memilih pilihan yang dirasa benar karena secara umum sudah pasti jawabannya.
Tetapi, terkadang seseorang harus mengambil keputusan yang berisiko dan tidak sesuai dengan pilihanmu. Sayangnya, bagi FOBO, mengambil keputusan adalah hak yang sangat amat sulit, mereka lebih memilih pilihan yang sudah tahu hasilnya.
3. Ketakutan Akan Gagal
Banyak orang beranggapan bahwa kegagalan adalah hal yang memalukan. Mereka yang mengalami FOBO akan memastikan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi pada diri mereka.
Tetapi, yang tidak mereka ketahui adalah kegagalan dapat membentuk karakter seseorang dan menjadikan itu sebagai pengalaman.
Dalam posisi terendah mengajarkan dan memberi motivasi untuk dapat bangkit kembali dan mencari pilihan yang terbaik bagi mereka.
4. Meragukan Diri Sendiri
Mereka yang mengalami FOBO berpikiran bahwa mencari pilihan yang lain sangat sulit karena mereka meragukan diri mereka sendiri. Mereka tidak percaya diri dan tidak memiliki tekad sehingga mereka tidak ingin terlibat dalam pilihan yang lebih besar.
Mereka membayangkan pekerjaan yang menumpuk dan kewalahan sehingga lebih memilih pilihan yang aman. Mereka ragu pada diri mereka sendiri jika harus mencoba posisi yang lebih tinggi, terlepas dari keuntungan dan manfaatnya. RENO .
Editor : Imron Arlado