Diskusi dan Berpikir Positif
Sering kali kita merasa kehilangan semangat hingga stres saat akan kembali beraktivitas normal pasca menjalani libur panjang. Ini adalah gejala post holiday blues, kondisi psikologis yang timbul setelah liburan. Tak hanya bagi pekerja, post holiday blues kerap menghinggapi benak kalangan pelajar.
Seperti yang diungkapkan Akhmad Zainul Arifin, 21. Ia mengaku cemas setiap memasuki pengujung masa libur panjang sejak duduk di bangku SMK. ”Rasanya nggak semangat aja setiap mau balik aktivitas sehari-hari lagi,” ujar pemuda asal Desa Salen, Kecamatan Bangsal, ini.
Kondisi itu terbawa hingga kini ia telah bekerja. Seperti usai menjalani libur panjang Lebaran selama sepekan lebih kemarin. Ada rasa cemas di benak Akhmad saat akan kembali beraktivitas sebagai buruh pabrik di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP). Ia bahkan terserang insomnia atau susah tidur menjelang hari pertama kembali masuk kerja. ”Rasanya, sumpek aja. Apalagi kebagian masuk pagi,” imbuhnya.
Menurutnya, ada beberapa hal yang memicu kondisi psikologisnya ini. Di antaranya, lingkungan kerja yang sedang tidak baik-baik saja. Termasuk kepikiran kondisi kantong yang cukup terkuras setelah libur panjang. Itu berbanding terbalik ketika menikmati libur panjang Lebaran kemarin.
Sejumlah tempat wisata pun sempat ia kunjungi untuk healing. Baik di kampung halaman di Pasuruan maupun di Mojokerto. ”Pas liburan selesai, kadang masih ada rasa yang kurang. Mestinya masih bisa begini-begitu atau masih ada tempat yang belum bisa ke sana,” urai buruh pabrik ini.
Akhmad mengungkapkan, ada beberapa langkah yang menurutnya bisa mengurangi dampak post holiday blues. Selain mengesampingkan pikiran negatif terhadap apa yang akan terjadi di esok hari, nongkrong dengan teman bisa jadi solusi.
Dengan begitu, ia bisa mencurahkan rasa cemas atau bahkan stres yang ada di benaknya. ”Biasanya dibuat ngopi (bersantai) sama teman-teman. Barangkali bisa diajak diskusi, ya lumayan bisa plong,” tukasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi