RADARMOJOKERTO - Saat ini manik-manik tak hanya sebagai dandanan mati yang ditempel pada barang sandang. Seperti hijab, kaus, alas kaki dan pakaian lainnya.
Namun, manik-manik juga sebagai aksesori estetik yang digemari para remaja. Hal ini pun menjadi peluang bagi para pelaku usaha.
Aulia Rahmadhani, warga Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, misalnya. Ibu muda berusia 28 tahun ini mampu menyulap manik-manik menjadi barang bernilai seni dan menghasilkan cuan.
Aulia Rahmadhani atau akrab disapa Lia, menjelaskan, bisnis yang dijalani bermula dari hobinya meronce manik sejak masih duduk di bangku SD. Berkat bantuan sang ibu, Lia mampu menjalankan bisnis aksesori manik sejak 2018 hingga sekarang.
”Sempat vakum sebentar. Ketika Covid-19 malah banyak yang cari strap mask, saya buka bisnis aksesori manik lagi, dan berkembang hingga sekarang,” ungkap Lia, Sabtu (20/1).
Aksesori yang dijual antara lain, gelang, gantungan kunci, cincin, kalung hingga tas. Aksesori tersebut tak hanya dipasarkan secara online, namun juga offline.
Di antaranya di kawasan Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto, Surodinawan, dan rumah pribadinya. Tak hanya itu, ia juga kerap mengikuti berbagai pameran manik di berbagai kota.
”Peminat aksesori manik di pameran lebih banyak jika dibandingkan di lapak-lapak pada hari biasa,” ucap Lia. Akibat semakin ramainya pelanggan dan kurangnya tenaga dalam pembuatan aksesori.
Bisnis yang awalnya dijalankan Lia seorang diri, kini tergabung dalam komunitas kerajinan manik. Di sanalah Lia bertukar barang dengan tiga teman komunitas untuk dijual di lapak-lapak berbeda.
”Hasilnya dikumpulkan lalu dikurangi 20 persen untuk dibagi,” imbuh Lia. Harga yang dibanderol untuk aksesori manik bervariatif. Untuk cincin dan gelang dihargai sebesar Rp 4 ribu hingga Rp 10 ribu.
Dompet Rp 35 ribu dan tas Rp 80 ribu hingga Rp 120 ribu. Tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. Lia mengaku bahwa viralnya aksesori manik di medsos juga berimbas pada penjualan.
Jika di tahun sebelumnya, ia hanya mengantong Rp 1 juta per bulan, kini ia dapat meraup sekitar Rp 3 juta. ”Lumayan mencukupi untuk tambahan uang saku ibu rumah tangga,” pungkasnya. (wilda mifta)
Editor : Moch. Chariris