Ini seperti tampak di Masjid Darul Muttaqin, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Nuansa penampakan masjid terlihat berbeda dari masjid-masjid pada umumnya. Ornamen khas majapahitan menghiasi bagian sudut, dari bangunan masjid yang berlokasi di Jalan Raya Trowulan-Mojoagung ini.
Langgam Majapahitan itu seperti ornamen Surya Majapahit dengan delapan sudut penjuru mata angin, lambang kerajaan Majapahit yang biasa ditemukan di area utama candi. Lambang tersebut diletakkan tepat di bawah kubah masjid.
Empat pilar utama bangunan dan tempat imam masjid dihias ragam motif suluran bunga teratai dan tumbuhan lain yang tak kalah kental akan nuansa majapahitan. Keberadaan ornamen khas majapahitan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para jamaah. Mereka mampir karena penasaran dengan keindahan ukiran majapahitan, yang memenuhi bangunan masjid yang didirikan tahun 2015 lalu. Sehingga Masjid Darul Muttaqin selalu ramai pengunjung, terutama di bulan Ramadhan.
’’Sejak korona dulu sekitar tiga tahun lalu sampai sekarang saya selalu mampir ke sini,’’ ujar Abdul Rois, salah satu pengunjung masjid. Dia mengatakan, masjid ini tergolong nyaman karena bangunannya bagus dan parkir yang luas. Oleh karena itu, banyak dikunjungi masyarakat luar kota.
Selain pilar, tempat imam dan kuba, dinding luar masjid didesain menyerupai batu bata yang menegaskan, jika masjid ini adalah Masjid Majapahit. Pemberian ornamen majapahitan ini merupakan kesepakatan tokoh agama setempat dan warga.
Sebab selain dijadikan tempat ibadah, keberadaan masjid ini mengingatkan bahwa trowulan dulunya merupakan pusat kerajaan majapahit yang berjaya di abad 14 masehi. ’’Mungkin karena dulu Trowulan bekas ibukota Majapahit, jadi masjid ini disesuaikan saja,’’ ujar Yudho Mario, marbot setempat. (ris)
Editor : Fendy Hermansyah