PEMERINTAH Kabupaten Mojokerto menyiapkan layanan maksimal untuk memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam menjaga kesehatan selama masa libur panjang tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menyiagakan petugas medis di berbagai posko pengamanan.
Kemarin (22/12), Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menghadiri apel kesiapan tersebut di halaman kantor dinkes. Sosok yang akrab disapa Gus Bupati ini menyatakan, Pemkab Mojokerto bersama pihak terkait berkomitmen untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat selama musim libur Nataru.
’’Kegiatan apel ini terlaksana sebagai tindak lanjut dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang sigap dalam menyiapkan 2.701 pos pelayanan kesehatan di 31 provinsi untuk menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Persiapan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan masyarakat selama periode liburan panjang tersebut,’’ katanya.
Gus Bupati menambahkan, kegiatan apel siaga ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan situasi yang aman. Di mana sebagai upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi dua perayaan besar yang biasanya disertai dengan peningkatan aktivitas masyarakat.
’’Kegiatan apel ini sebagai wujud komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab, bukan sekadar simbolis. Tetapi, juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan yang mungkin terjadi selama perayaan Nataru. Seperti lonjakan jumlah kunjungan atau pergerakan serta mobilisasi masyarakat yang meningkat,’’ paparnya.
Ia menegaskan, penguatan fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan prioritas pemerintah daerah. Terutama saat menghadapi momentum hari besar, di mana mobilitas masyarakat selalu meningkat. ’’Saya minta seluruh jajaran rumah sakit beserta kelengkapan riil di lapangan dan tenaga medis hingga puskesmas-puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya, agar siaga dan bersinergi dengan perangkat daerah lain serta unsur aparat keamanan,’’ tegas Gus Bupati.
Pemkab Mojokerto turut menyiapkan dukungan layanan kesehatan melalui ribuan tenaga medis dari rumah sakit, klinik, dan puskesmas. Mereka disiagakan selama masa libur Nataru. Sebanyak 6 pos pelayanan kesehatan dan 1 pos evaluasi pelaporan disiapkan di sepanjang jalur transportasi utama. Sedangkan 27 puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan akan tetap beroperasi selama Nataru.
’’Saya berharap kepada semua jajaran yang memiliki keterkaitan langsung dengan langkah antisipasi menyongsong Nataru agar tetap berkoordinasi intensif dan cek langsung kondisi riil di lapangan,’’ pungkas Gus Bupati. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah